
Seorang guru memberikan penjelasan bahaya bermain gasing terbuat dari penghapus. (Instagram)
JawaPos.com - Mainan anak-anak sekolah, terbuat dari penghapus dengan media lain seperti paku payung dan isi staples yang kemudian dikreasikan menjadi sebuah mainan gasing sedang tren. Hal ini menjadi kegusaran bagi para guru dan orang tua.
Dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group), seperti postingan di media sosial tentang mainan gasing penghapus ini ramai menjadi perbincangan netizen.
Ada yang membagikan momen, seorang pedagang yang menunjukkan uang hasil jualan penghapus yang habis diborong anak-anak sekolah untuk membuat gasing.
Baca Juga: Strategi Efektif Merawat Sistem ADAS agar Tetap Akurat di Jalan Raya Indonesia yang Padat
Namun, seorang guru memberikan penjelasan bahaya bermain gasing dari penghapus dan meminta orang tua tidak membiarkan anak-anaknya bermain membuat dan bermain gasing penghapus (gabus) ini.
“Gasing dari penghapus ini banyak membuang uang, anak-anak rela membeli penghapus dari uang jajannya,” kata seorang guru melalui unggahan di media sosial Instagram.
Selain itu, banyak laporan dari para guru-guru bahwa anak-anak sudah terlalu fokus bermain sehingga mulai lengah terhadap pelajaran dan pekerjaan rumah (PR).
Baca Juga: Perhatikan 4 Hal ini sebelum Membuka Sunroof Mobil, Nikmati Sensasi Berkendara yang Berbeda
“Banyak laporan dari guru-guru, anak-anak mulai lengah saat belajar dan mengerjakan PR,” ujarnya.
Tidak hanya itu, mainan ini juga dinilai sangat berhaya lantaran dalam pembuatannya menggunakan benda-benda tajam seperti isi teples hingga paku payung.
“Yang paling rentan lagi, banyaknya bahaya dari permainan ini, saat gasing diputarkan bisa saja anak klip melukai mereka, bahkan bisa mengenai mata,” jelasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya bermain mainan ini.
Harus Dihentikan
Diberitakan sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo mengaku akan memperhatikan lebih lanjut soal viralnya penghapus dijadikan gasing oleh anak-anak Sekolah Dasar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
