
Mangala Agni tampil sebagai garda terdepan dalam mengendalikan karhutla. (Istimewa)
JawaPos.com-Kementerian Kehutanan mencatat telah melaksanakan 2.076 operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 23 provinsi hingga 2 September 2025. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian 95,5 juta hektare hutan Indonesia.
“Sejak kuartal pertama 2025, kami sudah berkoordinasi dengan tim daerah untuk manajemen pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakejadian. Tim Manggala Agni terus berjaga pada periode krisis ini, dan kami akan memperkuat posisinya sebagai garda terdepan lewat strategi jangka panjang berbasis regulasi, kelembagaan, dan inovasi teknologi,” kata Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto.
Dwi menjelaskan, penguatan peran Manggala Agni dibagi dalam tiga fase. Jangka pendek (2025–2027) fokus pada optimalisasi patroli dan percepatan respons darurat, jangka menengah (2028–2035) pada revitalisasi peralatan, drone, dan satelit, sedangkan jangka panjang (2036–2045) diarahkan pada integrasi kecerdasan buatan dan kelembagaan permanen.
Hingga Juli 2025, luas karhutla tercatat 95.056 hektare, turun 11.602 hektare dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dicapai meski petugas menghadapi kendala seperti lahan gambut dengan api bawah tanah, keterbatasan air, akses sulit, serta cuaca ekstrem.
“Pemadaman karhutla di tiap daerah punya tantangan berbeda, mayoritas disebabkan aktivitas manusia, baik untuk pembukaan lahan maupun kelalaian. Karena itu, strategi kami menitikberatkan pada fase pra-krisis hingga pascakarhutla melalui rehabilitasi lahan, pemetaan area terbakar, dan penegakan hukum,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri.
Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi kunci pengendalian karhutla. Hingga kini, terdapat 2.100 personel Manggala Agni di 34 daerah operasi serta 10.225 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di 32 provinsi yang aktif melakukan patroli, membuat sekat bakar, hingga membuka lahan tanpa bakar.
Data aplikasi Sipongi+ Kementerian Kehutanan mencatat 1.796 hotspot per 4 September 2025, dengan sebaran terbanyak di Kalimantan Barat (500 titik). Untuk mengantisipasi potensi karhutla, pemerintah menyiapkan patroli terpadu, kolaborasi masyarakat, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).
Kementerian Kehutanan menargetkan penurunan luasan karhutla sebesar 2 persen per tahun dari baseline 2019 seluas 1,64 juta hektare. “Peningkatan kolaborasi lintas sektor melalui Tim Supervisi Pengendalian Karhutla menjadi kunci. Ini bukan hanya soal menekan angka kebakaran, tapi menjaga masa depan hutan Indonesia,” tegas Dwi Januanto. (*)

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
