Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 04.40 WIB

Terus Perkuat Peran Kelembagaan Manggala Agni untuk Mengendalikan Karhutla

Mangala Agni tampil sebagai garda terdepan dalam mengendalikan karhutla. (Istimewa) - Image

Mangala Agni tampil sebagai garda terdepan dalam mengendalikan karhutla. (Istimewa)

JawaPos.com-Kementerian Kehutanan mencatat telah melaksanakan 2.076 operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 23 provinsi hingga 2 September 2025. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian 95,5 juta hektare hutan Indonesia.

“Sejak kuartal pertama 2025, kami sudah berkoordinasi dengan tim daerah untuk manajemen pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakejadian. Tim Manggala Agni terus berjaga pada periode krisis ini, dan kami akan memperkuat posisinya sebagai garda terdepan lewat strategi jangka panjang berbasis regulasi, kelembagaan, dan inovasi teknologi,” kata Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto.

Dwi menjelaskan, penguatan peran Manggala Agni dibagi dalam tiga fase. Jangka pendek (2025–2027) fokus pada optimalisasi patroli dan percepatan respons darurat, jangka menengah (2028–2035) pada revitalisasi peralatan, drone, dan satelit, sedangkan jangka panjang (2036–2045) diarahkan pada integrasi kecerdasan buatan dan kelembagaan permanen.

Hingga Juli 2025, luas karhutla tercatat 95.056 hektare, turun 11.602 hektare dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dicapai meski petugas menghadapi kendala seperti lahan gambut dengan api bawah tanah, keterbatasan air, akses sulit, serta cuaca ekstrem.

“Pemadaman karhutla di tiap daerah punya tantangan berbeda, mayoritas disebabkan aktivitas manusia, baik untuk pembukaan lahan maupun kelalaian. Karena itu, strategi kami menitikberatkan pada fase pra-krisis hingga pascakarhutla melalui rehabilitasi lahan, pemetaan area terbakar, dan penegakan hukum,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri.

Menurutnya, pelibatan masyarakat menjadi kunci pengendalian karhutla. Hingga kini, terdapat 2.100 personel Manggala Agni di 34 daerah operasi serta 10.225 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di 32 provinsi yang aktif melakukan patroli, membuat sekat bakar, hingga membuka lahan tanpa bakar.

Data aplikasi Sipongi+ Kementerian Kehutanan mencatat 1.796 hotspot per 4 September 2025, dengan sebaran terbanyak di Kalimantan Barat (500 titik). Untuk mengantisipasi potensi karhutla, pemerintah menyiapkan patroli terpadu, kolaborasi masyarakat, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kementerian Kehutanan menargetkan penurunan luasan karhutla sebesar 2 persen per tahun dari baseline 2019 seluas 1,64 juta hektare. “Peningkatan kolaborasi lintas sektor melalui Tim Supervisi Pengendalian Karhutla menjadi kunci. Ini bukan hanya soal menekan angka kebakaran, tapi menjaga masa depan hutan Indonesia,” tegas Dwi Januanto. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore