
Sri Mulyani Indrawati berada di tengah kerumunan menyalami para pegawai Kementerian Keuangan, di Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9). (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Momen haru terlihat saat mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (9/9) pagi. Air mata Menteri yang bekerjasama dengan tiga presiden itu mulai jatuh.
Tangis haru Sri Mulyani tampak terlihat. Sejumlah pegawai Kemenkeu tampak memberikan mawar putih untuk Sri Mulyani saat Sri berjalan keluar dari Gedung Kemenkeu.
Sri Mulyani adalah satu-satunya menteri keuangan yang menjabat di tiga masa kepresidenan berbeda, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Joko Widodo, dan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Menu Kuliner Pedas Khas Manado Paling Populer yang Bikin Lidah Anda Ketagihan
Jabatan Sri Mulyani resmi berakhir pada Senin (8/9) kemarin. Ia digantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui pelantikan langsung di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ruang Privasi
Serah terima jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa sudah dilaksanakan, pukul 10.00, Senin (9/9). Perempuan yang akrab disapa Ani itu nampak didampingi sang suami disambut meriah oleh para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dia menyatakan pamit dan berpesan jangan pernah lelah mencintai Indonesia. "Ini merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya. Yang diberikan kepercayaan, tugas, mengabdi, dan berbakti untuk bangsa dan negara. Membantu Presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia," kata Ani di Gedung Juanda I, Kemenkeu.
Dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran serta pegawai yang telah bersama-sama mengelola keuangan negara di dalam situasi yang terus berubah. Makin kompleks dengan perubahan teknologi digital, tantangan struktural, dan tren geopolitik yang sedang terjadi.
"Tidak pernah mudah," ungkapnya.
Ani juga mengapresiasi berbagai kritik. Yang terus memperbaiki kebijakan, regulasi, dan respons Kemenkeu dalam menjalankan tugas. Ibarat peribahasa: tidak ada gading yang tidak retak, maka tidak ada manusia yang sempurna.
Dalam menjalankan amanah pasti ada kekurangan maupun kekhilafan. "Untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf," ucapnya. Dia juga menyampaikan pamit, undur diri sebagai Menkeu.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu meminta untuk menghormati ruang pribadi kehidupannya. Mengingat, kini jabatan negara sudah lepas dari pundaknya.
"Mohon mulai saat ini untuk menghormati ruang privasi atau ruang pribadi kami sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya dan sukses untuk semuanya yang hadir. Dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia," tandas Ani.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
