
Kemenko PMK memberikan pendampingan bagi keluarga korban tragedi gantung diri seorang ibu di Bandung. (Kemenko PMK)
JawaPos.com – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan pendampingan bagi keluarga korban tragedi gantung diri seorang ibu, usai meracuni kedua anaknya di sebuah rumah kontrakan di Banjaran, Kabupaten Bandung. Layanan psikososial diberikan untuk memulihkan kondisi mereka pasca tragedi yang terjadi.
Mewakili Menko PMK, Staf Khusus Menteri Bidang Mobilisasi Sumber Daya Bencana, Kemenko PMK, Mochammad Luthfie Beta mendatangi kediaman keluarga pada Minggu (7/9). Dalam kunjungan tersebut, dia menegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan empati dan pendampingan kepada keluarga. Ia memastikan, keluarga akan mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik melalui layanan psikososial maupun dukungan perlindungan yang berkelanjutan.
"Mewakili Bapak Menko PMK, kami menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini. Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya memperkuat akses layanan konseling, kesehatan mental, dan perlindungan keluarga," tuturnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana koordinasi antara pemangku kepentingan. Mulai dari Kemenko PMK, aparat desa, tim UPTD PPA Kabupaten Bandung, serta kepolisian. Luthfie pun menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor agar keluarga yang terdampak krisis serupa dapat segera memperoleh bantuan.
Karenanya, pihaknya bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, BPJS Kesehatan, serta pemerintah daerah tengah memperkuat kolaborasi dalam penyediaan layanan perlindungan. “Fokusnya tidak hanya pada penanganan kasus, tetapi juga pencegahan melalui konseling keluarga, pendampingan psikososial, serta intervensi dini terhadap tekanan hidup yang dihadapi masyarakat,” paparnya.
Melalui penguatan ini, ia ingin memastikan tidak ada keluarga yang terabaikan. Terutama dalam situasi tekanan hidup yang berat.
Dalam peninjauan tersebut, Luthfie juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan tim pendamping perlindungan anak yang telah bergerak cepat sejak kasus ini terjadi. Ia berharap perhatian bersama ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan sosial dan keluarga di Indonesia.
Seperti diketahui, seorang ibu dengan inisial EN, 34, ditemukan tewas gantung diri. EN ditemukan oleh sang suami di dalam rumahnya. Nahasnya, dua anaknya usia 9 tahun dan 11 bulan juga ditemukan meninggal dunia tak jauh dari lokasi EN tewas. Kedua bocah tersebut diduga diracun sebelum sang ibu memutuskan mengakhiri nyawanya. Dari olah TKP, ditemukan catatan pribadi yang ditinggalkan oleh korban. Kasus ini terus didalami oleh Unit Reskrim Polresta Bandung dengan indikasi terjadi akibat faktor tekanan hidup.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
