Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 02.13 WIB

Di Sidang Terbuka Unhan, Sekjen PKB Bahas Tantangan China Grey Zone Strategy di Laut China Selatan 

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muh. Hasanuddin Wahid. (DPP PKB)

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muh. Hasanuddin Wahid lulus dalam sidang promosi doktor terbuka Program Studi S3 Ilmu Pertahanan, Konsentrasi Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Dia berhasil mempertahankan disertasinya di depan para penguji. 
 
"Setelah mendengarkan keterangan dan pertimbangan para penguji serta nilai yang telah diberikan bahwa Muh. Hasanuddin Wahid dinyatakan lulus sebagai doktor Ilmu Pertahanan Unhan yang ke-72," kata Ketua Sidang, Laksamana Muda TNI Bambang Irwanto di aula kampus Unhan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/9).
 
Disertasi Hasanuddin berjudul “Strategi Pertahanan Indonesia dalam Menghadapi China Grey Zone Strategy di Kawasan Laut China Selatan Guna Mendukung Pertahanan Negara".
 
"Sejauh ini belum ada satupun penelitian dari aspek teoritik yang mengangkat China grey zone strategy yang melakukan pengukuran tingkat dan jenis ancaman. Penelitian yang ada masih berfokus pada pendeskripsian apa saja operasi grey zone tanpa membahas strategi komprehensif untuk menangkalnya," ujar Hasanuddin.
 
Dia mengupas masalah ancaman grey zone di Laut China Selatan dengan menggunakan beberapa teori utama. Pertama, teori Asymmetric Warfare yang menjelaskan tentang konflik tidak seimbang dan bagaimana pihak dengan sumber daya lebih sedikit dapat menggunakan strategi tertentu untuk menghadapi pihak yang lebih kuat.
 
 
Kedua, teori Power dari Joseph Nye yang menyoroti konsep kekuatan lunak (soft power), kekuatan keras (hard power), dan kekuatan cerdas (smart power) dalam hubungan internasional. Ketiga, teori Strategi Pertahanan yang memberikan kerangka kerja dalam merancang langkah-langkah pertahanan efektif.
 
"Saya juga menggunakan teori Asymmetric Defence Strategy sebagai landasan praktis untuk merumuskan strategi pertahanan Indonesia dalam menghadapi taktik grey zone yang digunakan oleh China," jelasnya.
 
Menurut dia, grey zone strategy yang dilakukan oleh Tiongkok di Laut China Selatan berada di antara konflik terbuka dan damai, menimbulkan berbagai dampak operasional yang signifikan terhadap keamanan dan pertahanan Indonesia.
 
Hasanuddin berhasil merumuskan kerangka strategi pertahanan yang dapat diimplementasikan Indonesia untuk menghadapi ancaman China grey zone strategy tersebut. Strategi ini mengedepankan pendekatan multidimensi yang mengintegrasikan aspek militer, diplomasi, intelijen, serta kerja sama regional guna memperkuat posisi Indonesia di wilayah Laut China Selatan.
 
“Melalui penelitian ini, saya berharap Indonesia dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi tantangan grey zone yang semakin kompleks, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional di perairan strategis ini,” ungkapnya.
 
Adapun daftar 9 dewan promotor yang menguji disertasi Hasanuddin sebagai berikut:
1. Laksamana Muda TNI Bambang Irwanto
2. Laksamana TNI (Purn) Marsetio
3. Laksamana TNI (Purn) Suyono Thamrin
4. Mayor Jenderal TNI (Purn) Joni Widjayanto
5. Laksamana Madya TNI Hutabarat
6. Kolonel Guntur Eko Saputro
7. Kolonel Robby Mochamad Taufik
8. Widya Setiabudi
9. Teuku Rezasyah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore