
Zetro Leonardo Purba, staf KBRI di Lima, Peru, semasa hidup. Ia meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru, Senin (1/9/2025) waktu setempat. (Istimewa)
JawaPos.com - Keluarga Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba masih berduka. Kepergian Zetro bagaikan petir di siang bolong. Tidak ada yang menduga Zetro akan pergi secepat ini.
Diketahui, Zetro meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru, Senin malam (1/9) waktu setempat. Pihak keluarga masih enggan berkomentar banyak mengenai peristiwa yang terjadi.
"Mohon maaf kami belum bisa beri keterangan karena masih berduka," ujar salah satu kakak ipar Zetro saat ditemui di lokasi, Kamis (4/9).
Meski begitu, ia menyebut Zetro merupakan sosok yang sangat baik. Hal itu juga dibuktikan berdasarkan cerita teman-temannya yang telah berkunjung Rabu (3/9) lalu.
"Semua dari temen-temen alumni SMP, SMA, kuliah, kerja semua kaget. Karena semua akui dia ini orang yang sangat baik, sangat ramah ke semua orang," ungkapnya.
Ia terakhir kali bertemu dengan Zetro sebelum berangkat ke Peru, akhir Mei 2025. Dalam tugasnya, Zetro mengajak istri dan tiga anaknya ke Peru. "Terakhir ketemu sebelum berangkat. Dia berangkat akhir Mei. Istri dan ketiga anaknya ikut dibawa," katanya.
Terpisah, Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat TP Purba juga memberikan kesaksian yang sama. Menurut dia, Zetro merupakan sosok yang sangat baik, mudah bergaul dan suka memberi.
"Iya (saya) saudara satu kakek Dia orang baik dan supel, ringan tangan (suka memberi). Serta ulet bekerja," katanya kepada JawaPos.com.
Kini, rumah duka Almarhum di Ciputat, Tangerang Selatan, dipenuhi dengan karangan bunga. Karangan bunga itu berjejer di depan rumah mertua Zetro. Di antaranya dari KBRI Lima, KJRI Melbourne, hingga Kasatpol PP Kakarta Pusat.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, sejumlah tamu masih berdatangan di kediaman Zetro. Termasuk dari perwakilan gereja.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela memastikan Indonesia bergerak cepat menyikapi penembakan diplomat Indonesia di KBRI Lima, Peru.
Vahd mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan nota diplomatik resmi kepada Pemerintah Peru. Langkah ini untuk meminta perhatian penuh terhadap kasus yang menimpa staf KBRI tersebut.
"KBRI Lima juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Peru untuk meminta agar proses penanganan khusus ini mendapatkan atensi yang besar," kata Vahd dalam keterangan pers, Kamis (4/9).
Vahd menjelaskan, pembicaraan tingkat menteri antara Indonesia dan Peru masih terus berlangsung.
Fokus utama pembicaraan itu adalah mendesak agar proses penyelidikan berjalan transparan dan segera menghasilkan kejelasan, termasuk pemulangan jenazah korban.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
