Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 20.06 WIB

KBRI hingga Kasatpol PP Jakarta Pusat Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka Zetro Leonardo Purba di Tangsel

Karangan bunga itu berjejer di depan rumah duka pegawai Kemlu Zetro Leonardo Purba di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (3/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Karangan bunga itu berjejer di depan rumah duka pegawai Kemlu Zetro Leonardo Purba di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (3/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pegawai Kemlu Zetro Leonardo Purba meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru, Senin malam (1/9). Kini, rumah duka Almarhum di Ciputat, Tangerang Selatan, dipenuhi dengan karangan bunga, Kamis (3/9).

Karangan bunga itu berjejer di depan rumah mertua Zetro. Di rumah duka, beberapa karangan bunga sudah terpampang. Diantaranya seperti KBRI Lima, KJRI Melbourne hingga Kasatpol PP Kakarta Pusat.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, sejumlah tamu masih berdatangan di kediaman Zetro. Termasuk dari pihak gereja.

Namun, suasana di sekitar juga masih tampak sepi. Belum banyak pelayat yang mendatangi rumah duka. Mengingat, jenazah Zetro masih belum berada di Peru. Keluarga masih menanti kabar langsung dari Peru.

Dirumah tersebut telah terdapat orang tua Zetro dan keluarganya yang lain.

"Mohon maaf kami belum bisa beri keterangan karena masih berduka," ujar salah satu kakak ipar Zetro ditemui di lokasi.

Indonesia Desak Peru Usut Tuntas Penembakan Diplomat di KBRI Lima

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, memastikan Indonesia bergerak cepat menyikapi penembakan diplomat Indonesia di KBRI Lima, Peru. Korban bernama Zetro Leonardo Purba tewas ditembak orang tak dikenal pada Senin (1/9) waktu setempat.

Vahd mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan nota diplomatik resmi kepada Pemerintah Peru. Langkah ini untuk meminta perhatian penuh terhadap kasus yang menimpa staf KBRI tersebut.

"Selain itu, KBRI Lima juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Peru untuk meminta agar proses penanganan khusus ini mendapatkan atensi yang besar," kata Vahd dalam keterangan pers, Kamis (4/9).

Vahd menjelaskan, pembicaraan tingkat menteri antara Indonesia dan Peru masih terus berlangsung. Fokus utama pembicaraan itu adalah mendesak agar proses penyelidikan berjalan transparan dan segera menghasilkan kejelasan, termasuk pemulangan jenazah korban.

KBRI Lima kini berkoordinasi dengan kepolisian Peru untuk mengawal autopsi jenazah Zetro Leonardo.

"Proses autopsi terhadap jenazah telah dilakukan pada tanggal 2 September dan harapannya adalah pengembalian jenazah dapat dilakukan dalam minggu ini," ujarnya.

Tak hanya mengurus jenazah, pemerintah juga memastikan keluarga korban mendapat perlindungan. Mereka telah dievakuasi dari tempat tinggal semula ke lokasi yang lebih aman dengan penjagaan ketat kepolisian setempat.

"Kemudian dapat kami sampaikan juga bahwa KBRI Lima memberi perhatian yang tinggi terhadap keluarga korban, termasuk dengan memindahkan tempat tinggal mereka ke lokasi yang lebih aman serta mendapatkan pengawasan dan penjagaan oleh kepolisian setempat," terang Vahd.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore