
Suasana nikah massal bertajuk Nikah Fest di Masjid Istiqlal Jakarta yang diikuti 100 pasangan, Kamis (4/9). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Biaya pencatatan nikah sejatinya terjangkau, bahkan gratis jika akad nikah dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada hari kerja. Yang bikin biaya pernikahan mahal mahal adalah pesta atau resepsi nikah dan beragam perintilannya.
Tingginya biaya nikah di masyarakat itu jadi sorotan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, di sela kegiatan Nikah Fest di Masjid Istiqlal Jakarta (4/9).
Nikah Fest itu adalah program nikah massal yang diikuti 100 pasangan, dan dilaksanakan tanpa biaya alias gratis. Bahkan setiap pasangan diberi modal usaha Rp 2 juta per pasangan.
Nasaruddin mengatakan, secara berkala pihaknya menggelar nikah massal gratis. Tujuannya membantu masyarakat supaya tidak lagi merasa berat dengan biaya nikah.
Sekitar dua bulan lalu, Kemenag juga menggelar nikah massal dengan 100 pasangan. "(Nikah massal) ini sangat membantu. Sangat-sangat membantu masyarakat," katanya.
Nasaruddin mengungkapkan, selama ini banyak orang yang ingin menikah, tetapi dipaksa berpikir dua kali setelah tahu mahalnya biaya pesta pernikahan. Sementara, nikah massal bertajuk Nikah Fest itu gratis.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu mengatakan, dalam program Nikah Fest, tidak ada biaya penghulu. Bahkan keperluan untuk mahar atau mas kawin disiapkan oleh pemerintah.
Setiap pasangan juga disewakan hotel gratis untuk malam pertama sekaligus edukasi terkait membina keluarga.
Menurut Nasaruddin, fasilitasi nikah gratis itu memudahkan masyarakat. "Bayangkan teman-teman kalau orang kawin, normalnya itu (biaya pestanya) mungkin paling sedikit adalah Rp 100 juta yang harus dikeluarkan ya kan," katanya.
Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengingatkan pernikahan harus dicatat secara negara lewat KUA.
Menurut dia, pernikahan itu adalah prosesi terkait dengan hukum agama, hukum negara, dan adat. Ketiga aspek itu bisa terpenuhi dengan menikah secara resmi dan dicatatkan di KUA.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya sudah memfasilitasi nikah massal gratis.
Rinciannya, Juli lalu digelar nikah massal di masjid Istiqlal Jakarta. Kemudian nikah massal di Taiwan. Lalu pada September kembali dilakukan nikah massal di masjid Istiqlal Jakarta lagi.
"Pesan yang ingin kami sampaikan, kalau sudah cukup umur, memenuhi syar'i, tidak usah ragu untuk menikah," katanya. Karena nikah yang dilakukan secara sah akan membawa berkah.
Abu mencontohkan, saat awal-awal nikah, secara ekonomi dia hidup tidak punya apa-apa. Tetapi dia meyakini pernikahan akan membuka pintu berkah. "Apalagi sekarang nikahnya dilakukan di masjid yang penuh berkah," katanya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
