
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Adies Kadir (kiri) dan ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya (kanan) saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).(Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa elemen mahasiswa bakal melakukan pertemuan dengan Pemerintah, pada Kamis (4/9). Hal ini setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan pertemuan dengan Pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9).
Menurut Dasco, komunikasi terkait hal ini sudah dilakukan secara intensif dengan pihak pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai tuntutan mahasiswa.
“Barusan kami sudah melakukan komunikasi via WhatsApp dengan pemerintah. Kawan-kawan sekalian akan diterima oleh pemerintah besok untuk menyampaikan juga secara langsung, karena ada beberapa hal yang nantinya itu harus dilakukan kerja sama antara DPR dengan pemerintah,” kata Dasco usai menerima aspirasi mahasiswa.
Dasco menjelaskan, ada sejumlah poin penting yang menjadi sorotan mahasiswa dan perlu ditindaklanjuti lintas lembaga. Salah satunya adalah pembentukan tim investigasi terkait isu makar serta pembahasan undang-undang perampasan aset. Ia menegaskan proses legislasi memang merupakan kewenangan bersama antara DPR dan pemerintah.
“Seperti tadi pembentukan tim investigasi dan juga makar, lalu kemudian soal undang-undang perampasan aset misalnya, tadi itu pembuatan undang-undang adalah DPR dan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti isu perpajakan yang dianggap memberatkan masyarakat. Dasco menyebut tuntutan pengurangan pajak menjadi salah satu hal yang mesti didiskusikan lebih lanjut dengan pemerintah karena menyangkut kebijakan fiskal dan eksekusi anggaran negara.
“Serta tadi tuntutan pengurangan pajak serta beberapa hal yang harus memang dilakukan oleh pemerintah dan DPR,” ujar Dasco.
Dalam kesempatan itu, Dasco mewakili seluruh Anggota DPR menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui adanya kekeliruan dan kekurangan dalam menjalankan fungsi DPR sebagai wakil rakyat yang semestinya memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Selaku pimpinan, kami menyatakan permohonan maaf atas kekeliruan serta kekurangan kami sebagai wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan fungsi mewakili aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi tanggung jawab kami,” tutur Dasco.
Dasco menegaskan, permintaan maaf tersebut tidak akan berhenti pada ucapan semata. Ia memastikan, DPR akan segera melakukan evaluasi internal dan perbaikan sistem agar kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif bisa dipulihkan.
“Tentunya permintaan maaf ini tidak cukup tanpa evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh dan akan kami lakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” pungkasnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
