
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berfoto bersama puluhan pemred media massa nasional usai bertemu, bersilatuharhmi, dan berdialog pada Selasa malam (2/9). (Tim Media Menhan Sjafrie Sjamsoeddin)
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan khusus dengan pemimpin redaksi media massa nasional pada Selasa malam (3/9). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu, Menhan Sjafrie mengajak para pemred untuk menangkal provokasi dan disinformasi yang beredar luas di publik.
Agenda yang berlangsung mulai pukul 19.00-22.30 WIB tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan ajang nostalgia. Sebab, di antara para pemred tersebut ada beberapa yang dulunya berkawan dengan Sjafrie saat masih bertugas sebagai kepala Pusat Penerangan TNI pada 2002 silam. Baik pemred yang kini bertugas di media cetak, media elektronik, maupun media digital.
”Teman-teman semua adalah reporter dan saya operator, (saat itu) sama-sama menjalankan tugas di lapangan,” kenangnya.
Sjafrie pun melontarkan candaan bahwa perbincangan dengan para pemred tersebut semakin malam akan semakin bagus. Dalam kesempatan itu, dia juga menekankan peran strategis media dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Peran itu sangat vital. Utamanya dalam urusan penyampaian informasi yang kredibel.
Karena itu, Sjafrie juga menyatakan bahwa sangat penting membangun komunikasi yang tidak hanya bersifat informatif, melainkan juga harus mampu memperkuat rasa saling percaya di antara seluruh komponen bangsa. Sehingga disinformasi dan informasi yang bersifat provokasi dapat ditangkal, tidak meluas, dan membuat publik tersesat.
”Saya berharap media massa terus menyampaikan informasi yang benar, karena saat ini banyak sekali provokasi yang beredar,” tegasnya.
Sjafrie percaya, seluruh media massa di Indonesia punya posisi sentral sebagai pilar demokrasi yang turut menjaga persatuan nasional. Dia menilai hubungan erat antara pemerintah dan media sebagai fondasi penting dalam membangun sinergi yang sehat dan produktif. Karena itu, media massa dan pemerintah harus terus berkolaborasi dalam membangun bangsa.
”Dengan hubungan yang erat, kita dapat membangun sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat,” ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
