
Sejumlah mahasiswa melakukan orasi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Aksi tersebut dilakukan buntut meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan usai dilindas mobil rantis Brimob pada Aksi 28 Agustus 2025. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memutuskan untuk membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Jakarta, yang semula akan digelar pada Selasa (2/9). Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan yang dinilai kurang kondusif.
Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menjelaskan situasi di Jakarta dan beberapa daerah belakangan ini semakin tidak menentu. Menurutnya, maraknya kerusuhan yang terjadi justru berseberangan dengan semangat perjuangan mahasiswa.
"Melihat kondisi di wilayah Jakarta dan beberapa daerah yang semakin abstrak dan tidak kondusif karena banyaknya kerusuhan, itu adalah tindakan yang jauh dari harapan kami," kata Ikram dalam keterangannya, Selasa (2/9).
Namun, Ikram menegaskan BEM SI Kerakyatan tidak membatalkan agenda perjuangan mereka. Aksi tetap akan digelar, hanya saja waktunya akan menunggu momentum yang tepat agar pesan yang disampaikan bisa lebih efektif.
"Daripada itu kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat guna tersampaikannya aspirasi dan keresahan ini dengan baik," tegasnya.
Sebelumnya, BEM SI Kerakyatan telah lewat pengumuman resmi di akun media sosial X berencana menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mengusung aksi bertajuk “Indonesia C(emas) Jilid II” yang rencananya membawa 11 tuntutan besar, salah satunya desakan agar DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, yang dinilai penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi.
Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada 25–31 Agustus 2025, terdapat 1.240 orang diamankan, terdiri atas 611 orang dewasa dan 629 anak-anak
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan penangkapan dilakukan dalam tiga gelombang pengamanan. Dengan rincian, 357 orang diamankan pada 25 Agustus, 814 orang diamankan pada 28–29 Agustus dan 69 orang diamankan pada 31 Agustus.
Dari jumlah itu, 1.113 orang sudah dipulangkan, sementara sisanya masih menjalani proses hukum. Polisi juga menemukan sebagian massa terindikasi narkoba.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan ada 22 orang positif narkoba, dengan rincian 14 positif sabu, 3 ganja, dan 5 benzoat," ucap Ade Ary, Senin (1/9).
Selain itu, ada 9 laporan pidana yang diterima kepolisian. Dari laporan tersebut, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.
"Sembilan orang sudah ditahan, sementara satu orang masih dalam pencarian," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
