
Prosesi pemakaman Almarhum Rheza Sendy Pratama di Jaten, Sendangadi, Kapanewon Mlati pada Minggu (31/8). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa di Jogjakarta menewaskan satu orang, bernama Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta. Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Rheza Sendy Pratama.
Ia menegaskan tidak ada alasan apapun yang dapat membenarkan kekerasan yang diduga dialami Rheza hingga berujung maut.
“Saya menyampaikan duka cita yang teramat mendalam atas gugurnya Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Amikom Yogyakarta dalam peristiwa unjuk rasa hari Minggu yang lalu. Saya berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan kuat dalam menerima cobaan ini,” kata Bonnie kepada wartawan, Senin (1/9).
Bonnie menyatakan, kebebasan menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa dijamin oleh konstitusi, sehingga aparat seharusnya memberikan perlindungan, bukan justru melakukan tindakan represif.
“Rheza adalah mahasiswa Indonesia yang semestinya dilindungi oleh aparat, apalagi dalam keadaan tak berdaya terjatuh dari motor saat unjuk rasa. Bukan malah dianiaya hingga tewas,” tegasnya.
Legislator dari Dapil Banten I itu juga menyinggung prinsip hukum internasional yang mengatur perlakuan terhadap pihak tak berdaya, bahkan dalam kondisi perang sekalipun.
“Bahkan dalam Konvensi Jenewa yang mengatur perang, apabila ada musuh menyerah dan tak berdaya harus dilindungi. Situasi di Yogya jelas bukanlah perang, maka perlindungan terhadap mahasiswa harus menjadi prioritas. Aparat kepolisian dilarang meluapkan emosinya dengan cara menganiaya mahasiswa,” urainya.
Karena itu, Bonnie mendesak agar kasus kematian Rheza diusut tuntas dan pelaku penganiayaan diproses hukum. Ia menekankan pentingnya kepatuhan aparat terhadap SOP pengendalian massa agar tidak ada lagi korban jiwa dalam unjuk rasa.
“Salus populi suprema lex esto. Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Semua harus bisa menahan diri demi persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Bonnie.
Sebagaimana diketahui, Rheza, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, meninggal dunia dengan tubuh penuh luka saat mengikuti aksi demonstrasi di sekitar Mapolda Jogjakarta, pada Minggu (31/8).
Kronologi yang disampaikan Forum BEM DIY menyebutkan, motor yang ditunggangi Rheza tiba-tiba mati saat hendak berbalik arah ketika situasi mulai ricuh. Saat itu, aparat menembakkan gas air mata hingga membuatnya terjatuh, sementara rekannya yang dibonceng berhasil menyelamatkan diri.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
