Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 19.42 WIB

Sampaikan Duka Cita, UII Minta Tak Ada Impunitas Bagi Aparat yang Terlibat Atas Tragedi Kematian Affan Kurniawan

Keluarga pengemudi ojek online Affan Kurniawan menaburkan bunga di TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Keluarga pengemudi ojek online Affan Kurniawan menaburkan bunga di TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online sekaligus tulang punggung keluarga yang kehilangan nyawanya dalam aksi demonstrasi akibat tindakan aparat keamanan. 

UII melalui keterangannya menyebutkan, tragedi ini bukan sekadar kehilangan individu, melainkan potret getir rakyat kecil yang kian terhimpit beban ekonomi dan represivitas negara terhadap suara kritis warganya.

"Affan Kurniawan adalah simbol rakyat yang dipinggirkan. Kita semua berpotensi menjadi Affan," demikian pernyataan resmi UII.

Tragedi meninggalnya Affan disebut mencerminkan rapuhnya ruang demokrasi di Indonesia. Suara rakyat yang mestinya dilindungi justru dibungkam dengan kekerasan, sementara di sisi lain elite politik bergelimang kuasa dan mengabaikan kepentingan jangka panjang bangsa. 

Menurut UII, hilangnya nyawa dalam sebuah aksi damai adalah peringatan keras bahwa negara telah gagal mendengar jeritan warganya.

Dalam pernyataannya, UII mendesak pemerintah menghentikan praktik pengabaian terhadap rakyat kecil, mengambil tanggung jawab penuh atas kematian Affan, serta memastikan tidak ada impunitas bagi aparat yang terlibat. 

Kebijakan ekonomi dan sosial, kata mereka, harus segera ditata ulang agar lebih berpihak pada rakyat, bukan pada elite dan kepentingan jangka pendek.

UII juga menuntut DPR RI agar lebih sensitif terhadap kesulitan rakyat, sungguh-sungguh melaksanakan fungsi pengawasan, serta memastikan kebrutalan aparat tidak dibiarkan.

"Kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas segala kepentingan politik praktis," tegas UII.

Pernyataan UII juga menyoroti aparat keamanan yang dinilai kerap menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstrasi. UII menegaskan, mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil adalah anak bangsa yang aspirasinya harus dijaga, bukan ditindas.

Kepada masyarakat sipil, UII menyerukan pentingnya menjaga ruang demokrasi dengan terus menyuarakan kebenaran, mengawal kasus Affan agar tidak redup ditelan waktu, serta mengedepankan aksi damai dan bermartabat.

UII juga mengecam segala bentuk anarkisme dan penjarahan yang terjadi di tengah aksi, karena dinilai hanya merugikan rakyat sendiri dan mencederai perjuangan aspirasi. Mereka mengingatkan adanya potensi penunggang politik yang bisa memperkeruh situasi dengan agenda sempit.

Tragedi Affan Kurniawan, menurut UII, harus dijadikan momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Demonstrasi dan letupan amarah rakyat bukan muncul dari ruang kosong, melainkan akumulasi pengabaian negara terhadap suara kritis dan kondisi riil masyarakat.

"Satu nyawa rakyat yang hilang adalah kehilangan bagi seluruh bangsa. Jangan sampai ada lagi Affan-Affan lain yang tumbang di jalanan," tutup pernyataan UII.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore