Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 16.17 WIB

Driver Ojol affan Kurniawan Tewas Digilas Mobil Polisi, Simbol 1312/ACAB Menggema di Media Sosial: Sarat Makna Perlawanan

Massa aksi terlibat bentrokan dengan polisi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Massa aksi terlibat bentrokan dengan polisi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis Brimob dalam demonstrasi di Jakarta Kamis (28/8) kembali menyulut amarah publik terhadap institusi Polri.

Momen ini menambah panjang daftar kritik masyarakat, yang belakangan makin keras disuarakan di jalanan maupun media sosial.

Salah satu simbol perlawanan yang kerap muncul dalam konteks ketidakpuasan terhadap polisi adalah angka '1312' atau yang lebih dikenal dengan akronim ACAB – All Cops Are Bastards.

Kedua simbol tersebut kini menggema di seluruh jagat media sosial. Di Instagram, Facebook, dan X, simbol perlawanan terhadap represi aparat itu kian nyata.

Lalu, apa itu 1312/ACAB? Angka 1312 merupakan representasi numerik dari kata ACAB, diambil dari posisi huruf dalam alfabet (A=1, C=3, A=1, B=2). 

Akronim ini digunakan untuk menyuarakan protes, kekecewaan, hingga penolakan terhadap aparat kepolisian. Simbol tersebut kerap terlihat dalam bentuk grafiti, coretan di tembok, hingga atribut demonstrasi di berbagai negara.

Meski dianggap kontroversial, penggunaan ACAB merefleksikan realitas: munculnya ketidakpercayaan masyarakat pada polisi yang dianggap sering bertindak represif, brutal, atau gagal mengemban fungsi sebagai pengayom.

Di Indonesia, simbol-simbol seperti ACAB atau 1312 mulai marak muncul dalam mural dan demonstrasi sejak beberapa tahun terakhir. 

Namun, tragedi terbaru di Jakarta, di mana  driver ojol tewas setelah dilindas mobil Brimob, membuat sentimen ini kembali menguat.

Tagar kecaman terhadap Polri mendominasi lini masa, dengan masyarakat mempertanyakan fungsi kepolisian sebagai pelindung rakyat.

Banyak warganet menilai insiden ini sebagai bukti nyata bahwa institusi kepolisian semakin jauh dari prinsip melindungi dan mengayomi. Alih-alih, polisi malah membunuh rakyat yang bersuara.

Berbagai survei belakangan juga menunjukkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kasus demi kasus kekerasan, termasuk tragedi di Jakarta, memperlebar jurang ketidakpercayaan tersebut. 

Bagi sebagian orang, simbol 1312/ACAB bukan lagi sekadar jargon asing, melainkan ekspresi nyata atas rasa frustrasi terhadap aparat negara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore