
Tampilan Whoosh, kereta Cepat Jakarta-Bandung. Rencana pengembangan kereta cepat Jakarta-Surabaya masih menanti regulasi, yakni Perpres. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berambisi untuk memperpanjang rute kereta cepat Whoosh dari sebelumnya hanya Jakarta-Bandung, menjadi lebih panjang ke Surabaya, Jawa Timur.
Namun hingga hari ini rencana tersebut masih sebatas wacana, yang digaungkan anggota Kabinet Merah Putih.
Karena belum ada hasil kajian yang pasti, bahkan peraturan presiden (Perpres) yang terkait pun tak kunjung terbit. Meski demikian, kepingan-kepingannya mulai disusun.
Rencana pendanaan misalnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pemerintah Indonesia sudah memiliki dua opsi calon investor yang berniat untuk mengembangkan transportasi cepat di Indonesia.
Opsinya saat ini ada dua, terdiri dari pemerintah Tiongkok dan juga pemerintah Jepang.
"Kami menyampaikan beberapa opsi, kemudian juga opsi lintasan kereta cepat dan juga opsi pengoperasian dari semi high speed yang ditawarkan oleh Jepang," kata Dudy dalam acara Press Background di Jakarta, pada Kamis (14/8).
Sementara itu, jika kemudian pemerintah Indonesia memilih tawaran dari Tiongkok, pemerintah masih perlu melakukan kajian lebih lanjut. Terutama menyoal lintasan mana yang akan digunakan. Apakah Selatan, Utara, atau tengah.
Hal itu perlu menjadi pertimbangan. Karena kata Dudy, setiap opsi yang dipilih dan disepakati perlu diperhitungkan secara matang agar tidak membawa masalah di kemudian hari.
"Kita harus mengkaji apakah jalur mana yang akan kita gunakan. Utara, Tengah, atau Selatan. Karena masing-masing opsi itu harus kita hitung betul. Kita tidak ingin bahwa kita salah memperhitungkan dan menjadi permasalahan di kemudian hari," ungkapnya.
Di sisi lain, Dudy juga menyebut bahwa sudah ada satu permintaan dari Konsorsium Tiongkok agar proyek tersebut bisa segera dilaksanakan. Salah satunya dengan meminta agar segera dibentuk Satuan Tugas (Satgas) terkait Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.
Dudy menyebut, permintaan tersebut sudah diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun berdasarkan catatan JawaPos.com, hingga hari ini, Satgas percepatan proyek tersebut masih belum ada tanda-tanda akan dibentuk.
"Ini sudah diajukan kepada Presiden, harapannya bahwa ini bisa kita bisa kita dapatkan karena ini menjadi salah satu permintaan juga dari Tiongkok ya supaya koordinasinya menjadi lebih cepat," ujar Menhub.
Selain belum ada kajian hingga rute yang belum ditentukan, Perpres terkait Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya juga masih belum terbit.
Padahal, Perpres itu yang akan menjadi landasan bagi Indonesia bersama dengan negara-negara yang berminat untuk melakukan joint study atau kesepakatan antara dua negara.
"Tadi kita bicarakan (proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya). Masalahnya ada di kita karena aturannya belum selesai. Itu saja, simpel. Tapi kalau Perpres sudah ada, kita akan mulai bicara soal joint study," kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip dari Antara, saat di Beijing, pada Mei lalu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
