Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga orang dekat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yakni mantan staf khusus menteri Ishfah Abidal Aziz atau akrab disapa Gus Alex, mengetahui adanya penyimpangan dalam pembagian kuota haji tambahan tahun 2024.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut Ishfah diduga memahami proses pergeseran pembagian 20.000 kuota tambahan haji yang semestinya sudah memiliki ketentuan. Hal ini setelah KPK memeriksa Ishfah Abidal Aziz, pada Selasa (26/8).
"Yang bersangkutan sebagai stafsus menteri ya, pada saat itu diduga mengetahui proses-proses penggeseran dari kuota tambahan sebesar 20.000 yang sedianya kalaupun dilakukan pembagian adalah 92 persen untuk reguler dan 8 persen untuk khusus begitu," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/8).
Menurut Budi, dalam aturan resmi, tambahan kuota seharusnya mengikuti proporsi tersebut agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan dan pemerataan bagi jemaah reguler. Namun, dalam praktiknya, pembagian kuota diduga dilakukan tidak sesuai ketentuan.
"Namun faktualnya atau pada prosesnya kemudian dibagi menjadi 50 persen, 50 persen," ucap Budi.
Sementara, Ishfah Abida Aziz memilih irit bicara usai diperiksa penyidik, pada Selasa malam (26/8). Ishfah keluar ruang pemeriksaan penyidik KPK, sekitar pukul 20.29 WIB.
Ishfah yang turut dicegah bepergian ke luar negeri dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 itu enggan mengungkap secara rinci materi pemeriksaan, yang didalami penyidik KPK terhadap dirinya. "Ya diminta keterangan saja, nanti langsung ke penyidiknya saja," ujar Ishfah usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (26/8).
Ishfah terlihat enggan diketahui awak media saat keluar markas lembaga antirasuah. Sebab, Ishfah terlihat mengenakan masker usai menjalani pemeriksaan. Orang dekat Yaqut Cholil Qoumas itu memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji ke pihak KPK. "Ke penyidik saja," serunya.
Dalam pengusutan kasus ini, KPK telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri. Mereka di antaranya, mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), eks staf khusus (stafsus) Menag Ishfah Abidal Aziz (IAA), dan pihak travel Fuad Hasan Masyhur (FHM).
Pencegahan dilakukan demi memastikan ketiga pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia selama proses penyidikan berlangsung. Meski telah masuk tahap penyidikan, KPK belum mengumumkan secara terbuka siapa saja pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidikan itu dilakukan dengan menerbitkan sprindik umum melalui jeratan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
