Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Agustus 2025 | 03.58 WIB

Demo 25 Agustus Belum Padam hingga Malam, Massa Bakar Pos Polisi Slipi dan Serang Aparat

MEMBARA: Detik-detik pos polisi Slipi dibakar massa aksi 25 Agustus, Senin (25/8) malam. (Istimewa) - Image

MEMBARA: Detik-detik pos polisi Slipi dibakar massa aksi 25 Agustus, Senin (25/8) malam. (Istimewa)

JawaPos.com-Massa demo 25 Agustus makin memanas di kawasan Flyover Slipi, Jakarta Barat, Senin malam (25/8). Mereka lebih agresif, melempari polisi dengan batu hingga bambu.

Massa mencopot tiang umbul-umbul berbahan bambu yang terpasang di pinggir jalan.

Serangan itu dibalas polisi dengan menyemprotkan air menggunakan kendaraan taktis. Tak berhenti di situ, aparat juga menembakkan gas air mata ke arah kerumunan.

Situasi pun berubah mencekam. Asap gas air mata bercampur dengan hujan deras membuat kondisi di Slipi semakin kacau.

Tak hanya saling lempar, massa aksi juga membakar tenda dan pos polisi di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Dari video yang diterima JawaPos.com tenda berwarna putih mulai dibakar massa.

Sementara itu, kaca di pos polisi telah pecah. Sejumlah massa juga terlihat membakar pos polisi. Api pun terlihat membesar dari dalam pos. 

Hingga pukul 20.30 WIB, massa aksi masih bertahan di lokasi. Massa terus bergantian menyerang kendaraan taktis kepolisian dari berbagai sisi, membuat aparat kewalahan.

Isi Tuntutan Massa Aksi 25 Agustus

Aksi ini diwarnai sederet tuntutan keras yang diunggah akun Instagram @gejayanmemanggil.

Beberapa di antaranya menolak kenaikan gaji DPR, mendesak transparansi penggunaan uang rakyat, hingga menuntut turunnya Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berikut daftar lengkap tuntutan demonstran:

  1. Turunkan Prabowo-Gibran
  2. Bubarkan Kabinet Merah-Putih
  3. Bubarkan DPR RI
  4. Gagalkan Proyek Penulisan Sejarah Indonesia
  5. Seret, tangkap, dan adili Fadli Zon karena tidak mengakui pemerkosaan massal 1998
  6. Tolak RKUHP
  7. Transparansi gaji anggota DPR karena berasal dari uang rakyat
  8. Batalkan kebijakan tunjangan rumah DPR
  9. Gagalkan rencana kenaikan gaji DPR

Polisi Klaim Lakukan Pengamanan Humanis

Meski terjadi kericuhan, aparat menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara persuasif.

Sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemprov DKI dikerahkan di sekitar gedung DPR-MPR.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, pihaknya tidak membawa senjata api dan telah menyiapkan strategi pengamanan yang humanis.

"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ujar Susatyo.

Ia juga menegaskan, massa tidak boleh merusak fasilitas umum, membakar ban, atau menutup akses jalan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore