
Ribuan massa aksi PSHT Jatim konvoi dari depan Mapolrestabes Surabaya menuju Markas Debt Collector. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan anggota Komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur di Surabaya, terjadi di dua tempat, yakni Mapolrestabes Surabaya dan Markas Dept Collector.
Pada lokasi pertama, massa aksi mulai memadati depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan Nomor 1 sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka kompak memakai seragam (sakral) berwarna hitam.
Massa aksi juga melakukan orasi bergantian sambil membentangkan bendera PSHT dengan berbagai ukuran. Penyampaian aspirasi dipimpin oleh koordinator aksi damai Komunitas Arush Bawah PSHT Jawa Timur, Bondan.
"Jangan sampai ada lagi aksi debt collector (DC) yang melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan," ucapnya dalam orasi.
Tak lama kemudian, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menemui massa aksi. Di hadapan ribuan peserta, ia berjanji akan mengusut tuntas kasus pembacokan di Jalan Basuki Rahmat.
"Kita mengutuk aksi-aksi premanisme, aksi-aksi kekerasan yang membuat masyarakat resah. Kita yakinkan bahwa proses penyidikan terhadap para pelaku kita lakukan secara transparan," tuturnya.
Sebagai informasi, aksi tersebut buntut dari insiden bentrokan antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir, yang terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya pada Sabtu (25/7).
Akibat bentrokan, 2 petugas parkir valet dilaporkan mengalami luka bacok, yakni Feri, 25 tahun, dengan luka bacok di punggung dan pantat, serta Didik, 28 tahun, dengan luka bacok di area tangan.
"Saat ini, pelaku sudah tertangkap satu orang dengan inisial S. Satu orang lagi masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). Saya minta bantuan rekan-rekan sekalian agar pelaku lainnya segera tertangkap," ucap Luthfie.
Setelah ditemui Kapolrestabes Surabaya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Mereka lalu melakukan arak-arakan (konvoi) menuju lokasi aksi kedua, yakni Markas Dept Collector di kawasan Jalan Teuku Umar.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
