Eks KSAL Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi.
JawaPos.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi menilai, PT PAL memiliki peran penting dalam kemandirian pertahanan laut Indonesia. Terlebih kondisi geopolitik saat ini memaksa negara ini bersiap menghadapi berbagai ancaman.
Ade mengatakan, sistem pertahanan Indonesia perlu ditingkatkan. Sebagai negara maritim, bangsa ini perlu membangun armada laut tangguh dan berdaulat.
“Ini harus ditopang instrumen pertahanan yang nyata. Nah, instrumen ini tidak bisa hanya dibeli, tapi juga harus kita bangun sendiri. Untungnya kita punya PT PAL yang sudah bisa bikin kapal perang, kapal selam, dan Landing Platform Dock (LPD),” ujar Ade kepada wartawan, Rabu (20/8).
Ade meniali, PT PAL sudah memiliki reputasi yang baik dalam membangun alutsista. Sejak era Presiden B.J. Habibie, PT PAL telah mampu merakit kapal patroli cepat FPB-57. Kini, PT PAL berkembang dengan membangun kapal perang, kapal selam, serta landing ship tank (LST) dan landing platform dock (LPD) yang strategis bagi pertahanan laut RI.
PT PAL dianggap sudah melakukan langkah tepat untuk memprioritaskan pembuatan LPD, karena lebih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran pertahanan. Mengingat fungsional LPD yang lebih banyak, seperti forward defense hingga mengangkut pasukan.
“Memang lebih baik kita bangun LPD, kapal amfibi, atau kapal selam yang sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Menurut Ade, keberhasilan PT PAL juga tak lepas dari kerja sama dengan mitra internasional, seperti Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) asal Belanda, dan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) asal Inggris. Namun ia menekankan, konsistensi kebijakan dan dukungan politik menjadi faktor penentu agar industri pertahanan dalam negeri tidak mundur.
“Sekarang persaingan lebih ketat. Banyak negara buka peluang kerja sama, Korea Selatan, Jepang, Eropa, Amerika. PT PAL sudah bekerja sama dengan Damen, Babcock Inggris, dan lainnya. Itu bagus, tinggal konsistensi dan keberanian kita menjaga agar industri ini tidak jalan mundur,” pungkasnya.
Untuk diketahui, PT PAL juga tengah bekerja sama dengan negara lain, salah satunya dengan Naval Group (Perancis) untuk membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolve. Kemudian menjalin kemitraan dengan TAIS, galangan kapal asal Turki, untuk pengembangan platform kapal kombatan dan non-kombatan, serta penerapan offset di Indonesia.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
