
Presiden Prabowo bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda mengenakan baju adat menghadiri upacara HUT ke-80 RI. (Istimewa)
JawaPos.com–Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar khidmat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8). Momen ini menjadi pertemuan hangat antar para tokoh bangsa.
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda berfoto dengan mengenakan busana adat dari bebagai daerah di Indonesia. Terdapat juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin.
Ketua DPR RI Puan Maharani hadir dengan mengenakan baju adat Minang bernuansa merah. Sementara, Presiden Prabowo yang mengenakan baju adat Demang dan Kain Ujung Serong khas Betawi. Turut hadir, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan pakaian adat Kerawang Gayo asal Aceh.
Dalam acara kenegaraan itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury didapuk sebagai komandan upacara.
Upacara semakin semarak dengan atraksi budaya serta demonstrasi militer dari TNI-Polri, termasuk helikopter dan flypass delapan jet tempur F-16 di atas langit Istana Kepresidenan.
Dalam kesempatan itu, Puan menekankan bahwa delapan dekade Indonesia merdeka harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat komitmen bersama menuju Indonesia Emas.
“Indonesia emas bukanlah mimpi semu, melainkan janji luhur yang kita perjuangkan bersama,” kata Puan.
Dia menegaskan, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan, melainkan harus benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
“Makna merdeka itu ketika isi dapur rakyat tidak lagi kosong, biaya sekolah anak tidak membuat orang tua berutang, hingga layanan kesehatan dapat diakses tanpa rasa khawatir,” ujar Puan.
Puan menilai, ukuran sejati dari kemerdekaan adalah sejauh mana negara hadir meringankan beban rakyatnya. Dia menyinggung tema HUT ke-80 RI, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, sebagai pengingat bahwa negara harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat difasilitasi secara merata.
Menurut dia, kemerdekaan sejati juga berarti petani dan nelayan memperoleh kepastian harga dan pasar, buruh mendapatkan upah layak serta lingkungan kerja aman, guru mendapat penghargaan, hingga UMKM serta pekerja informal memperoleh perlindungan yang memadai.
“Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi landasan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan menjadi pelita harapan bagi hadirnya bangsa merdeka yang sejati,” ucap Puan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
