Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 02.33 WIB

Pakai Skema Airdrop, Pemerintah Salurkan 800 Ton Bantuan untuk Gaza

Satgas Garuda Merah Putih II dilepas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk melaksanakan misi kemanusiaan airdrop bantuan dari atas Langit Gaza, Palestina. (Syahrul Yunizar/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza, Palestina. Kali ini distribusi bantuan dari tanah air menggunakan jalur udara. Kemudian setelah sampai di Gaza, bantuan diturunkan dari pesawat atau airdrop. 

Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan pengiriman misi kemanusiaan ini perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan proses misi berlangsung selama 12 hari. "Sampai pesawat kembali lagi ke Indonesia," katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta (13/8). 

Dia mengatakan bantuan kemanusiaan dibawa oleh dua unit pesawat C-130 J Super Hercules. Total personel yang dikirim untuk ikut menjalankan misi tersebut sebanyak 66 personel. Selain dari prajurit TNI, juga ada dari Baznas dan kementerian atau lembaga lainnya. Dia menegaskan metode airdrop saat ini dinilai paling efektif dan aman untuk mengirim bantuan ke Gaza

Di tempat terpisan Ketua Baznas Noor Achmad menyampaikan total bantuan kemanusiaan yang dikirim mencapai 800 ton untuk program pengiriman sacara berkelanjutan. "Yang terdekat ini dikirim 80 ton. Nanti mau 800 ton atau 1.000 ton kami siap," katanya. Pasalnya donasi masyarakat Indonesia ke Baznas untuk membantu Gaza berjalan terus sejak 2023 lalu. 

Noor mengatakan perjalanan pesawat Hercules yang membawa bantuan kemanusiaan tidak bisa terbang langsung. Tetapi transit seperti di Aceh, Kolombo, dan Jordan. Dia mengatakan Jordan menjadi titik penting dalam pengiriman bantuan tersebut. Dia menjelaskan sejumlah barang juga dibeli di Jordan atau Mesir. Dengan pertimbangan efektivitas. 

Dia menegaskan bantuan kemanusiaan yang dikirim adalah bahan pangan. Termasuk air minum. "Bahan makanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gaza. Kami bersama mitra sudah melakukan survei di sana," katanya. Salah satunya adalah mi instan. Noor menegaskan mi instan saat ini sudah menjadi bahan konsumsi global. Masyarakat Gaza juga banyak yang konsumsi mi instan. 

Dalam kesempatan itu juga mengatakan bahwa pintu masuknya bantuan lewat darat untuk ke Gaza sudah terbuka. "Alhamdulillah Raffah sudah dibuka," katanya. Dia menuturkan sudah ada sekitar 50 unit truk bantuan kemanusiaan Indonesia sudah berhasil masuk. Namun pengiriman bantuan lewat udara dinilai masih efektif. Karena akses darat masih antri. 

"Untuk bantuan udara, isinya tetap harus diverifikasi dahulu oleh otoritas Israel," jelasnya. Jadi barang yang dimasukkan tidak bisa sembarangan. Saat ini Baznas belum akan mengirim obat-obatan. Pertimbangannya takut kadaluarsa. Sedangkan untuk bahan makanan, sudah dijamin masih lama kadaluarsanya. 

Terpisah, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Philips J. Vermonte menampik anggapan rencana pengobatan warga Gaza ke Indonesia dalam rangka upaya negosiasi tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia menegaskan, bahwa sejak awal posisi Indonesia selalu berusaha ikut menyelesaikan atau memberikan solusi terkait masalah Palestina ini. 

Sampai akhirnya, puncaknya, ketika masalah di sana sudah melewati batas humanitarian. Sehingga, pemerintah pun menyatakan kesiapannya untuk membantu pengobatan ribuan warga Gaza di Indonesia. Dengan catatan, dengan persetujuan dari pihak-pihak yang dianggap penting oleh Indonesia di sana. Hal ini untuk memastikan hak mereka untuk kembali ke negaranya.  

“Dan menurut saya, nanti kalau pengumumannya 2 bulan (setelah penetapan tarif, red) tetap bisa dibilang ini dalam 2 bulan setelah negosiasi tarif. Padahal, nggak ada timeline itu. Karena sebetulnya kan sudah menjadi niat Indonesia,” paparnya ditemui usai diskusi soal politik bebas aktif di Jakarta, Rabu (13/8).

Bukan hanya itu, upaya pengiriman bantuan ke Palestina lewat drop air pun juga dilakukan oleh Indonesia. Beberapa negara lain pun menyalurkan dengan metode serupa. 

“Artinya sebetulnya yang dilakukan Indonesia itu masih sejalan dengan posisi kita terkait dengan Gaza,” tegasnya. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore