Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 02.12 WIB

Kemenko PM: Lembaga Ekonomi Desa dan Pesantren Berkontribusi Entaskan Kemiskinan

Ilustrasi kemiskinan. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi kemiskinan. Dok. JawaPos

JawaPos.com - Pelibatan lembaga ekonomi desa dan pondok pesantren (ponpes) sangat penting dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahterataan masyarakat. Terutama dalam menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

"Pada tahun 2025 ini angka kemiskinan ekstrim telah terjadi penurunan 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini harus terus digenjot agar angka kemiskinan ekstrim terus menurun," kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, Daerah Tertentu, Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Abdul Haris, Jumat (8/8).

Kemenko PM menyatakan mendukung peningkatan ekonomi desa dengan indikator peningkatan produk domestik ragional bruto (PDRB) yang mempresentasikan daya lenting perekonomian masyarakat. Dalam kondisi ini peran lembaga ekonomi desa dibutuhkan.

Lembaga ekonomi desa menjadi bagian dari lima program nasional yang memiliki keterkaitan erat dan membentuk ekosistem peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

"Lembaga ekonomi desa menjadi bagian dari program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, koperasi desa, dan pembangunan 3 juta rumah layak huni," jelasnya.

Di tempat sama, Direktur Institute for Research dan Empowerment (IRE), Rajif Dri Angga menambahkan, lembaga ekonomi desa, baik BUMDEs, KOPdes dan kelompok-kelompok tani menumbuhkan optimisme peningkatan ekonomi desa. Dengan berbagai praktik baik dari lembaga ekonomi desa yang telah didampingi IRE.

"Saya mengapresiasi upaya kolaboratif Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Rajif.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri bidang Pembangunan Ekonomi dan Digitalisasi Kemenko PM RI, Sugeng Bahagijo menekankan urgensi kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, lembaga ekonomi desa, institusi pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pondok pesantren yang memiliki keunikan dan konektifitas tinggi.

"Temuan Institute for Research dan Empowerment Yogyakarta, mengidentifikasi faktor penting kontribusi BUMDes dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan memberdayakan masyarakt untuk memiliki unit-unit usaha sendiri, menciptakan lapangan kerja dan usaha usaha baru berbasis potensi dan sumber daya lokal, yang secara komulatif lebih dari sekedar memberikan profit finansial bagi institusi desa," tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore