
Pedagang ikan saat melayani pembeli di Pasar Tempel Pondok Labu, Jakarta, Selasa (6/7/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menyebut harga ikan baik di pasar maupun tempat pelelangan tengah turun. Pandemi covid-19 menjadi salah satu penyeb
JawaPos.com - Masyarakat Jakarta dan sekitarnya harus lebih cermat dalam memilih ikan laut untuk dikonsumsi. Pasalnya laut Jakarta dan sekitarnya banyak cemaran logam berat. Bahkan di wilayah perairan Bekasi ditemukan banyak ikan laut yang mati karena logam berat.
"Pengalaman (penelitian) saya di Bekasi, banyak ikan tiba-tiba mati terus melayang di permukaan laut di Bekasi," kata Pakar pengelolaan sumber Daya pesisir dan lautan dari Universitas Terbuka (UT) Prof. Ernik Yuliana usai dikukuhkan sebagai guru besar di kampus UT pada (6/8).
Ernik mengatakan ikan-ikan itu mati karena cemaran logam berat yang melebihi ambang batas. Diduga cemaran logam berat itu dari perusahaan pengolahan kelapa sawit. "Meskipun pabrik itu memiliki saringan berlapis-lapis," jelasnya.
Menurut dia, pencemaran logam berat itu memang salah satu permasalahan terberat di perairan pesisir Indonesia. Cemaran logam berat ini berdampak terhadap kehidupan biota laut, khususnya ikan. Jangan sampai ikan-ikan yang mati karena tercemar logam berat itu, dikonsumsi oleh masyarakat.
Pakar pengelolaan sumber daya pesisir dan lautan Prof. Ernik Yuliana (tengah) usai pengukuhan guru besar di kampus Universitas Terbuka (6/8). (Hilmi/Jawa Pos)
Dia juga menjelaskan ikan laut memiliki karakteristik berbeda dengan kerang laut. "Kerang laut bisa bertahan hidup dengan menyerap logam berat. Tetapi ini bahaya jika kerangnya dikonsumsi manusia," jelasnya. Kerang mampu menyimpan kandung logam berat di dalam badannya. Sementara untuk ikan, tidak tahan dengan cemaran logam berat. Pada kadar tertentu, ikan itu akan mati dan mengambang.
Untuk itu Ernik berharap cemaran logam berat di perairan Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya bisa ditekan. Sehingga biota laut, termasuk ikan-ikan konsumsi hidup dengan sehat. Ujungnya masyarakat mengkonsumsi ikan yang minim kandungan logam berat.
Untuk masyarakat sendiri, Ernik berharap selektif dalam memilih ikan untuk konsumsi. "Pilih ikan yang segar," katanya. Misalnya bisa dilihat dari kondisi mata dan ingsangnya. Kondisinya terlihat segar atau tidak pucat.
Ernik berpesan, di perairan Jakarta dan sekitarnya atau di laut lainnya, terkadang muncul fenomena ikan mati mendadak dalam jumlah besar. Masyarakat sebaiknya tidak mengambil ikan mati mendadak itu untuk dikonsumsi. Sebab bisa jadi fenomena itu dipicu pencemaran logam berat atau kandungan berbahaya lainnya.
Pada kesempatan itu Ernik dikukuhkan sebagai guru besar bersama lima sejawatnya. Selain Ernik ada juga Prof. Dewi Juliah Ratnaningsih, Prof. Fatia Fatimah, Prof. Ledwina Sri Ardiasih, dan Prof. Susanti. Total UT saat ini mempunyai 35 orang guru beras. (wan)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
