
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama BGN menandatangani Nota Kesepahaman untuk mendukung pembangunan infrastruktur dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (Dimas Choirul/JawaPos.com
JawaPos.com — Pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembangunan infrastruktur dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut bahwa kerja sama ini menjadi awal dimulainya pemanfaatan APBN untuk membangun fasilitas-fasilitas gizi di berbagai wilayah Indonesia.
"Seperti diketahui tadi kita lakukan MoU dan penandatangan perjanjian kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan Badan Gizi Nasional. Insya Allah akan menjadi tanda dimulainya penggunaan APBN untuk menggarap SPPG atau dapur-dapur untuk Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Menurut Dody, peran Kementerian PU dalam kerja sama ini bersifat teknis dan mendukung percepatan pembangunan, seperti yang sebelumnya dilakukan bersama Kementerian Sosial pada program sekolah rakyat.
"Kita hanya membantu agar prosesnya lebih cepat, lebih efektif, lebih efisien sehingga sebelum akhir 2025 sudah, kalau bisa, ribuan dapur-dapur bisa dibangun dengan menggunakan APBN," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan 25.000 SPPG di wilayah aglomerasi dan tambahan 6.000 unit di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini, sebanyak 3.233 SPPG telah terbangun dan melayani sekitar 8,2 juta penerima manfaat.
"Kami memiliki anggaran dan juga program untuk membangun SPPG sebanyak 3 unit per kabupaten di tahun 2025, sehingga totalnya menjadi 1.542. Namun sampai Agustus ini belum ada yang bisa dibangun karena berbagai kendala, terutama terkait regulasi dan penggunaan lahan," ujar Dadan.
Ia berharap kolaborasi dengan Kementerian PU bisa mempercepat proses pembangunan yang sempat tertunda. "Oleh sebab itu kami mohon bantuan dari Pekerjaan Umum agar anggaran itu bisa kita implementasikan, bisa kita serap, dan pembangunan 3 SPPG per kabupaten bisa kita aplikasikan tahun ini juga. Agar Oktober seluruh gedungnya sudah selesai dan pada akhir November atau awal Desember, target layanan untuk 82,9 juta penerima manfaat bisa tercapai," jelasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
