Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 12.50 WIB

Fenomena Bendera 'Jolly Roger' One Piece Jelang HUT ke-80 RI, Benarkah Protes Diam Anak Muda ke Pemerintah?

Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 RI yang sedang jadi sorotan masyarakat Indonesia hingga global. (istimewa) - Image

Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 RI yang sedang jadi sorotan masyarakat Indonesia hingga global. (istimewa)

JawaPos.com - Aksi warga Indonesia terkait pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger, dari serial anime One Piece, menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) tengah menjadi sorotan global.

Bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak dan topi jerami, berkibar di bawah bendera merah putih. Banyak masyarakat yang memasangnya di kendaraan, seperti mobil, truk, hingga kapal.

Pro kontra pun terjadi. Bahkan pemerintah menganggap aksi ini sebuah tindakan memecah belah bangsa. Pemerintah lantas mengancam hukuman pidana bagi mereka yang mengibarkan Jolly Roger milik Monkey D. Luffy cs.

Akademi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, M. Febriyanto Firman Wijaya menilai fenomena ini bentuk ekspresi simbolik dari para generasi muda, dalam menunjukkan kekecewaannya terhadap pemerintah.

Bendera One Piece, khususnya simbol bajak laut, bukan hanya sekadar tren anime. Ketika ia dikibarkan menjelang 17 Agustus, ini menunjukkan adanya distorsi makna simbolik," tutur Febri di Surabaya, Minggu (3/8).

Berdasarkan teori simbolik dalam Sosiologi, bendera dan lambang negara merupakan simbol pemersatu. Jika diganti dengan simbol fiksi, maka menandakan adanya pergeseran makna yang dirasakan masyarakat.

“Ketika simbol-simbol tersebut (bendera atau lambang negara) tergantikan oleh simbol fiksi dari budaya populer, itu menjadi tanda adanya pergeseran makna kolektif, bahkan bisa menjadi gejala alienasi identitas nasional,” imbuhnya.

Febri menilai fenomena ini sebagai bentuk "protes diam" anak muda melalui simbol global, yang mereka maknai lebih relevan dibanding simbol kenegaraan yang dianggap kehilangan makna esensial.

Ia menekankan bahwa anak muda zaman sekarang kritis dan melek informasi. Aksi pengibaran Jolly Roger one piece hadir karena rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan anak muda pada pemerintah.

"Dalam situasi seperti itu, mereka mencari simbol baru yang mewakili semangat kebebasan, pemberontakan. Nilai-nilai yang ironisnya justru mereka temukan dalam tokoh bajak laut fiktif seperti Luffy,” tandas Febri.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore