Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 18.34 WIB

Dapur MBG Didorong Tampung Pekerja Terkena PHK untuk Antisipasi Lahirnya Kantong Kemiskinan Baru

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat berada di kantornya di daerah Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (30/07/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi di Tanah Air menjadi perhatian berbagai pihak. Berdasar data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sepanjang 2024 tercatat 250 ribu pekerja mengalami PHK. Bahkan data Januari hingga Mei 2025 tercatat sebanyak 74.000 pekerja yang dilaporkan terkena PHK. 

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Kehilangan penghasilan utama sering kali menjadi pemicu terbentuknya kantong-kantong kemiskinan baru di berbagai daerah. Sebuah tantangan yang kini harus segera diantisipasi agar masalah sosial tak makin menumpuk di tengah harapan menuju Indonesia Emas 2045. 

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengaku sudah menyiapkan langkah antisipasi. Yakni, mendorong penguatan program padat karya sebagai langkah mitigasi. Salah satu fokus utama adalah menyerap tenaga kerja miskin ke dalam program makan bergizi gratis (MBG). 

“Kita pakai mendorong namanya kerja-kerja padat karya. Ada beberapa program yang menurut saya bisa menjadi padat karya yaitu penyerapan pada program-program makan bergizi gratis karena itu kami dengan BGN kan bekerja sama, agar satu orang miskin dipekerjakan untuk mengurus dapur MBG,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Rabu (30/7). 

Tak hanya sebatas tenaga dapur, BP Taskin juga melibatkan keluarga miskin dalam rantai pasok bahan pangan. Hal ini diharapkan bisa menjadi solusi berkelanjutan yang tidak hanya memberi bantuan konsumsi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga miskin. 

“Orang miskin diikutsertakan sebagai pemasok bahan mentah makanan untuk diolah dan dimasak. Si keluarganya juga bisa bekerja baik di dalam dapur maupun rantai pasok pra dapur begitu," tambah Budiman. 

Selain program padat karya, BP Taskin juga mendorong masuknya investasi ke kantong-kantong kemiskinan melalui kerja sama dengan investor, termasuk lewat entitas pemerintah seperti Danantara. 

“Investasi baru di kantong-kantong kemiskinan. Ada sembilan sektor seperti energi, terbarukan, pangan, digital itu sekarang sangat menjanjikan. Danantara nanti bisa chip in bersama investor dan membantu membangun investasi di kantong-kantong kemiskinan,” jelas Budiman. 

BP Taskin kini tengah menyusun peta data kantong kemiskinan secara lebih rinci bersama pemerintah daerah. Salah satu contoh konkret yang sedang dijajaki adalah pengembangan industri rumput laut di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi, yang kini banyak dihuni petani rumput laut yang telah berhenti berproduksi karena merugi. 

"Ada 1.500-an petani rumput laut yang sudah nganggur, karena apa? karena selama ini mereka tidak mendapat keuntungan. Tangkulak marginnya tidak dapat sekarang kita akan bawa investasi ke sana,” kata Budiman. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore