
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rycko Menoza saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kampung Batik Laweyan, Surakarta, pada Sabtu, (26/7/25)/(Dok. Fraksi Golkar).
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rycko Menoza menegaskan bahwa penguatan industri batik lokal memerlukan kerja sama lintas sektor yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan industri kreatif seperti batik tidak bisa berdiri sendiri.
Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Kementerian Perindustrian, guna mendorong pertumbuhan yang menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Industri batik Solo ini tidak hanya perlu dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar mampu bersaing lewat kreasi warna, motif, dan tren yang modern,” kata Rycko saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kampung Batik Laweyan, Surakarta, pada Sabtu, (26/7/25).
Rycko juga menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam mendukung para perajin, tidak hanya melalui program pembinaan, tetapi juga dalam penyediaan fasilitas promosi, kemudahan akses pembiayaan, dan pelatihan berkelanjutan berbasis digital.
Ia menilai bahwa Kampung Batik Laweyan merupakan contoh nyata kawasan industri kreatif yang telah berhasil menjaga kelestarian budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, tantangan tetap ada, mulai dari persaingan dengan produk printing, keterbatasan akses pasar, hingga regenerasi perajin.
“Aspirasi para perajin harus benar-benar tersampaikan dan ditindaklanjuti. Dukungan konkret seperti pelatihan kreasi motif, revitalisasi peralatan produksi, dan digitalisasi pemasaran menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rycko juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surakarta yang dinilai memiliki tata kelola yang baik dalam mengembangkan sektor budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, daerah dengan skala kecil namun memiliki APBD yang kuat seperti Surakarta bisa menjadi contoh pengembangan industri berbasis kearifan lokal secara nasional.
“Ini bisa jadi role model bagi daerah lain. Sinergi pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung UMKM dan industri kreatif harus diperkuat agar batik tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai kekuatan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
