
Suasana pantai di Shirahama, Prefektur Wakayama, Jepang barat, sesaat setelah gempa kuat melanda Semenanjung Kamchatka, Rusia (atas), dan setelah warga mengungsi menyusul peringatan tsunami. (CBS42)
JawaPos.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas menyiagakan seluruh jajarannya di 5 provinsi yang berpotensi terdampak tsunami hari ini (30/7). Deputi Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno mengatakan hal itu dalam rapat koordinasi awal bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainya.
”Sebagaimana yang kita ketahui pasca gempa Rusia, tadi pagi kepala Badan SAR Nasional sudah on board langsung di Command Center Basarnas, mengarahkan dan meningkatkan kesiapsiagaan kantor SAR yang tadi Pak Sestama (BNPB) sampaikan di 5 provinsi. Mulai dari Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, sampai Papua Barat,” kata Eko.
Basarnas memastikan bahwa seluruh kepala kantor SAR di 5 provinsi, khususnya di 10 daerah yang berpotensi terdampak tsunami sudah dalam keadaan siaga. Mereka bersiap diri mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi. Namun, langkah utama yang dilakukan oleh jajaran Basarnas dan instansi terkait lainnya adalah menyelamatkan masyarakat.
”Basarnas dengan jajarannya meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah kerja masing-masing, di 5 provinsi. Bersinergi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri yang ada di daerah dalam memberikan masukan dan mengarahkan masyarakat yang perlu kita literasi sehingga mereka mengerti harus berbuat apa dan kemana arah mereka untuk berlindung dari tsunami manakala terjadi,” terang dia.
Eko menyampaikan bahwa kepala Basarnas telah memberikan arahan secara langsung kepada seluruh jajaran Basarnas di 10 daerah yang berpotensi terdampak tsunami pada gempa bumi 8,7 skala richter di pesisir timur Rusia. Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap masyarakat di 10 daerah tersebut tidak kaget dan sudah dalam posisi aman saat tsunami terjadi.
”Mudah-mudahan ini wujud integritas kita dalam pelayanan masyarakat, bahwa pemerintah hadir dalam mengantisipasi manakala kemungkinan terjadinya tsunami,” pungkasnya.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan potensi terjadinya tsunami di wilayah Indonesia pasca gempa berkekuatan magnitudo M8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia pagi ini . Berdasar rilis yang disampaikan oleh BMKG pada pukul 08.41 WIB, potensi tsunami di Indonesia mencakup 10 daerah di wilayah timur.
”Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status waspada ketinggian tsunami kurang dari 0.5 meter,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
