
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL)
JawaPos.com - Satria Aria Kumbara, mantan prajurit Korps Marinir TNI AL yang memutuskan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia meminta dipulangkan ke Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pun buka suara.
Ali menegaskan bahwa Satria sudah dipecat dari TNI AL sejak lama. Dia menjadi desertir karena berturut-turut tidak berdinas.
Sidang yang dilaksanakan oleh pengadilan militer untuk menghukum Satria juga sudah dilakukan. Sehingga yang bersangkutan kini tidak ada kaitannya dengan Angkatan Laut.
”Jadi, sudah bukan anggota Angkatan Laut lagi. Tidak ada lagi hubungan dengan Angkatan Laut. Mungkin ini lebih tepat nanti kebijakannya bisa ditanyakan kepada Kementerian Luar Negeri,” kata dia.
Sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan, Satria otomatis kehilangan kewarganegaraan Indonesia sejak menekan kontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.
Sebab, aktivitasnya sebagai tentara Rusia yang berperang melawan Ukraina tidak sesuai aturan Indonesia.
”Karena sudah tidak diakui lagi kewarganegaraannya karena bergabung dengan militer asing, itu kan ada aturannya, (bergabung dengan) militer asing nggak boleh ya. Tanpa izin atau keluar dari kewarganegaraan. Jadi, itu sudah tanggung jawabnya mungkin lebih kepada Kementerian Luar Negeri,” jelasnya.
Sebelumnya, Satria melalui akun media sosialnya @zsorm689 menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan meminta agar dipulangkan ke Indonesia.
”Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila (atas) ketidaktahuan saya, saya menandatangani kontrak dengan menteri pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya. Mohon izin bapak, saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali, karena saya niatkan untuk datang ke sini hanya untuk mencari nafkah,” ujar Satria dalam unggahan tersebut.
Pria yang pernah berdinas di Inspektorat Jenderal (Itjen) Korps Marinir itu menyampaikan bahwa saat berangkat ke Indonesia, dia pamit dan memohon doa restu dari ibunya.
Namun, pencabutan kewarganegaraannya oleh Pemerintah Indonesia dinilai tidak sebanding dengan apapun yang dia dapatkan selama bergabung dengan tentara Rusia.
”Dengan ini, saya memohon kebesaran hati Bapak Prabowo Subianto, Bapak Gibran, Bapak Sugiono, mohon kebesaran hati bapak untuk membantu mengakhiri kontrak saya tersebut dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia,” harap Satria.
Menurut dia, yang bisa mengakhiri kontrak itu hanya Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kementerian Pertahanan Rusia.
Dia menegaskan, kewarganegaraan Indonesia adalah segala-galanya dan merupakan hal yang tidak ternilai bagi dirinya. Karena itu, dia juga meminta bantuan agar videonya diteruskan sampai kepada admin Partai Gerindra.
”Mohon izin, mohon bantuan teman-temen semua minta tolong diteruskan ke admin Gerindra agar disampaikan kepada beliau. Jujur saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya adalah segala-galanya dan tidak pernah ternilai harganya,” kata dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
