
Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com-Setelah 20 hari berjibaku, operasi pencarian korban kecelakaan laut Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis (3/7), resmi ditutup, Senin (21/7).
Hal ini disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator dalam acara penutupan operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya di pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
"Dari (operasi) 7 hari, kemudian tambah 3 hari hari, tambah 3 hari, dan ditambah 7 hari lagi, dan dengan tidak ditemukannya tanda-tanda korban, (operasi SAR) resmi ditutup," tutur Nanang Sigit di Banyuwangi, Senin (21/7).
KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Tepatnya di koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 wita. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 wita, kapal mengalami blackout.
Atas insiden ini, tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian selama 7 hari, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017.
Operasi pencarian diperpanjang tiga kali. Yakni 3 hari, 3 hari, dan 7 hari. Namun pada perpanjangan ketiga, tim SAR gabungan hanya menemukan 1 jenazah pada hari ke-14, Selasa (15/7).
Dengan temuan tersebut, dari 65 orang korban yang tercantum dalam data Manifest KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian, 30 korban selamat dan 19 korban meninggal dunia. Sementara 16 korban sisanya dinyatakan hilang.
Terkait korban yang namanya tak tercatat dalam manifest, Nanang tak bisa memberikan tanggapan. Sebab, data penumpang bukan menjadi wewenang Basarnas.
"Kami tunggu dari awal kejadian sampai dengan sore hari ini, tidak ada yang berani mengeluarkan data pasti (resmi secara tertulis) kepada kami, sehingga kami tidak bisa menyampaikannya," seru Nanang.
Dia tak menampik bahwa selama operasi SAR, ditemukan sejumlah korban yang namanya tak terdaftar dalam Manifest. Namun, tim SAR tetap berpatokan kepada data Manifest karena tidak adanya data terbaru dari pihak terkait.
"Jadi, data yang yang yang kami bisa sampaikan keluar (ke masyarakat) adalah data yang sesuai dengan resmi Manifest (KMP Tunu Pratama Jaya). Basarnas tidak memiliki wewenang untuk menggali berapa (korban) di luar manifest," tukas Nanang.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
