
ILUSTRASI: Tim SAR gabungan. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Surabaya, Laksma TNI Endra Hartono mengungkapkan temuan objek yang diduga adalah bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya.
"Dari hasil penurunan kamera bawah air, diperoleh gambaran visual objek pada kedalaman sekitar 49-52 meter," tutur Laksma TNI Endra Hartono dalam keterangannya, Jumat (11/7).
Berdasarkan pemetaan dasar laut, KRI Spica 934 telah melakukan rekonfirmasi terhadap objek yang diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Objek tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 67,4 meter dan lebar 12 meter.
'Tim juga mencatat kondisi arus di lokasi sangat bervariasi. Saat hendak diturunkan lebih dalam, arus diketahui mencapai kekuatan lebih dari 3 knot, menyulitkan proses pemindaian lanjutan," imbuhnya.
Koarmada II tak merekomendasikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bawah air (laut), karena arus dalam selat yang kencang dan dasar laut yang karang, sehingga dapat membahayakan penyelam.
"Dengan arus yang kencang dan dasar laut karang akan membahayakan penyelam, sesuai rekomendasi KRI Spica," seru Laksma TNI Endra Hartono.
Objek yang diduga adalah bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya. (Basarnas Surabaya)
Sementara itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan cuaca yang tak bersahabat masih menjadi kendala tim SAR gabungan dalam melakukan kegiatan pencarian dan evakuasi.
"Kondisi cuaca di perairan selat Bali dominan berawan tebal, angin bertiup kencang dengan kecepatan 6 - 25 knots, ketinggian gelombang maksimal berkisar antara 2,5 - 4 meter, serta kecepatan arus permukaan 3 m/s," tutur Eko.
Upaya pencarian terus dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara di sepanjang pesisir pantai di selat Bali, baik di sisi Banyuwangi maupun Bali. Operasi ini melibatkan personel TNI, POLRI, relawan, hingga masyarakat sekitar.
“Terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, dan para relawan yang telah melakukan patroli pantai, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan agar segera melapor bila menemukan benda terapung yang diduga berkaitan dengan korban,” tukasnya.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Hingga Jumat pagi (11/7), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 45 orang dari total 65 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Rinciannya 30 korban selamat dan 15 korban meninggal dunia, dan 20 korban masih hilang. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
