
Warga Negara Asing (WNA) pelaku scamming diamankan oleh petugas imigrasi. (Humas Kementerian Imipas)
JawaPos.com - Praktik penipuan dengan modus love scamming marak belakangan. Modusnya menjalin asrama secara virtual, tapi akhirnya harta benda ludes. Sebanyak sembilan warga negara asing (WNA) pelaku love scamming berhasil diamankan petugas Imigrasi.
Penangkapan sembilan WNA pelaku kejahatan love scamming itu diumumkan Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen-Imipas) pada Rabu (9/7) sore. Atas perbuatannya itu, pelaku dideportasi serta masuk dalam daftar cegah dan tangkal (cekal) pemerintah Indonesia. Dengan status cekal tersebut, mereka tidak bisa masuk ke Indonesia lagi dalam tempo tertentu.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Imigrasi (Plt Dirjen) Kemen-Imipas Yuldi Yusman menceritakan semula yang diamankan enam WNA. Lokasi penangkapan di wilayah Jakarta Utara pada 11 Juni. Mereka adalah empat WNA asal Tiongkok. Kemudian WNA dari Ghana dan Nigeria, masing-masing satu orang.
Selain itu, petugas Imigrasi mengamankan dua orang warga Tiongkok di Bali pada 19 Juni. Dua orang yang ditangkap di Bali itu merupakan hasil pengembangan dari penangkapan satu orang warga Tiongkok pada 16 Juni. Jadi, total ada sembilan WNA dari Tiongkok, Ghana, dan Nigeria yang diamankan karena kasus love scamming.
"Berdasarkan pemeriksaan dan barang bukti, Sembilan WNA tersebut dijerat Pasal 122 huruf a Undang-Undang Keimigrasian," kata Yuldi.
Mereka dinyatakan telah melanggar izin tinggal dengan melakukan penipuan secara online dengan modus operandi love scamming. Penipuan bernuansa asmara atau percintaan itu, berujung pada pemerasan korban.
Yuldi menceritakan dari operasi di Jakarta Utara, petugas menemukan barang bukti berupa 40 unit smartphone dan dua unit iPad. Sementara itu, pada operasi Bali, petugas menyita 76 unit smartphone, tujuh unit iPad, dan tiga unit laptop. Sejumlah gawai tersebut diduga digunakan untuk melancarkan aksi penipuan.
Pemeriksaan lanjutan juga mendapati adanya grup chat Love Scamming Jakarta dan grup chat Love Scamming Bali. "Kami dapati masih ada 3 WN RRT lain di grup love scamming Jakarta dan 7 WN RRT di grup love scamming Bali yang telah kami masukkan ke daftar cekal Ditjen Imigrasi," papar Yuldi.
Dia menambahkan bahwa tujuh warga negara Tiongkok tersebut, menargetkan korban asal Tiongkok juga. Sementara pelaku yang dari Ghana dan Nigeria menyasar warga negara asing (WNA) lain.
"Kami tegaskan bahwa Ditjen Imigrasi akan terus meningkatkan pengawasan, bertindak tegas dan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran keimigrasian," katanya. Ditjen Imigrasi juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan keberadaan WNA yang mencurigakan ke kantor imigrasi terdekat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
