
Widya Anggraeni (dua dari kanan) dan Farah Aqmarinah (kanan), korban insiden pelemparan batu KA Sancaka tiba di Stasiun Surabaya Gubeng. (Humas KAI Daop 8 Surabaya)
JawaPos.com - Insiden pelemparan batu dari orang tak dikenal pada KA Sancaka relasi Yogyakarta - Surabaya Gubeng, yang terjadi pada Minggu (6/7) sekitar pukul 22.25 WIB, sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Momen menegangkan ini pertama kali dibagikan oleh Widya Anggraeni yang menjadi korban pelemparan. Melalui akun Instagramnya @widya_anggraini_awaw, ia membagikan video detik-detik insiden pelemparan.
Saat kejadian, Widya duduk di gerbong eksekutif 2, kursi 4D, tepat di sisi jendela sebelah kiri. Ia sedang membaca buku dan mengenakan headset di kepalanya. Widya merekam aktivitasnya itu lewat kamera ponselnya.
“Naik kereta malam dari Jogja-Surabaya, semua tenang, sampai tiba-tiba… BRAK! kaca gerbong dilempar batu dari luar,” tulis Widya dalam caption unggahan tersebut. Terlihat serpihan kaca berserakan, bagian muka dan leher Widya juga berdarah.
Menanggapi insiden tersebut, Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Luqman Arif menegaskan pihaknya memberikan perhatian penuh dan pendampingan menyeluruh kepada penumpang KA Sancaka yang menjadi korban.
"Insiden ini terjadi saat kereta melintas di antara Stasiun Klaten dan Stasiun Srowot, kemudian mengenai dua penumpang, yaitu atas nama Widya Anggraeni dan Farah Aqmarinah," ujar Luqman di Surabaya, Selasa (8/7).
Didampingi petugas KAI, kedua korban sempat turun di Stasiun Solo Balapan untuk mendapat perawatan di rumah sakit terdekat. Kini, Widya dan Farah telah tiba di Stasiun Surabaya Gubeng dan kembali ke rumahnya di Sidoarjo.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan pelanggan, KAI Daop 8 Surabaya memberikan pendampingan lanjutan, berupa fasilitas pengobatan tambahan di RS Mata Undaan, Surabaya.
“KAI sangat prihatin atas kejadian ini. Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan korban. Kami pastikan mereka mendapat penanganan medis serta pendampingan dari tim selama pemulihan," imbuhnya.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, serta melaporkan setiap tindakan mencurigakan yang dapat mengancam keselamatan.
"KAI mengecam keras tindakan vandalisme semacam ini. Tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Ini pelanggaran serius yang dapat berdampak fatal," tukas Luqman.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
