
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. (Istimewa).
JawaPos.com - Kasus pemukulan seorang anak Moch Ihsan, 22, kepada Ibunya, MS, di Kota Bekasi, Jawa Barat menuai perhatian publik. Kasus itu menjadi sorotan setelah viral video rekaman penganiayaan seorang anak laki-laki terhadap ibu kandung di Bekasi, Jawa Barat yang dilatarbelakangi masalah keuangan.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, meminta pihak Kepolisian untuk menggencarkan edukasi pencegahan guna menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, Polri bisa memperkuat unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) serta patroli berbasis intelijen sosial, dan membentuk sistem pelaporan dini yang mudah dijangkau masyarakat.
“Pencegahan peristiwa KDRT mesti lebih digencarkan, agar tidak banyak pihak yang menjadi korban dan mengalami kerugian, khususnya dari praktik kekerasan dalam keluarga,” kata Abdullah kepada wartawan, Senin (23/6).
Selain penguatan internal, lanjut Abdullah, tindakan preventif terhadap KDRT juga harus dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Serta, koordinasi juga dapat dilakukan dengan Komnas Perempuan, Komnas Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Mulai dari dinas terkait, kelurahan, RT, RW, lembaga layanan korban, dan pihak lainnya," ujar Abdullah.
Legislator Fraksi PKB itu menekankan melalui tindakan preventif yang dilakukan, itu diharapkan tidak ada lagi sekadar
menunggu laporan, tetapi dapat aktif mendeteksi potensi KDRT dari laporan jejaring masyarakat dan pemangku kepentingan pada lingkungan sekitar.
“Tak boleh ada satu pun warga negara, apalagi ibu kandung sendiri menjadi korban KDRT karena kelengahan sistem," tegasnya.
Sebelumnya, viral seorang pemuda memukuli ibunya sendiri menggunakan sandal hingga terjatuh ke lantai. Peristiwa mengenaskan itu diduga terjadi di kawasan Perumahan Irigasi, Bekasi Timur.
Dalam sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial, terlihat seorang pemuda memukuli kepala ibunya lebih dari satu kali hingga jatuh tersungkur. Sang ibu mencoba menghindar, tetapi anak laki-laki itu terus melakukan pemukulan.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, terlihat sang ibu yang menggunakan kerudung berada di depan pagar rumah untuk menghindari emosi anaknya. Rekaman video itu tersebar di media sosial Instagram, melalui akun @storyboyss_421.
Kapolsek Rawalumbu, AKP Ririn Sri Damayanti membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan, pelaku yang merupakan anak dari korban pemukulan sudah diamankan oleh Polsek Bekasi Timur.
"Kamis sore sudah diamankan, kasus ditangani Polres, Unit PPA," kata Ririn dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (22/6).
Lebih lanjut, Ririn menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bekasi. "Kasus KDRT langsung ditangani Unit PPA Polres," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
