
Petugas kepolisian melintas di depan spanduk yang mengkristisi perilaku hakim yang menerima suap dalam menangani sejumlah perkara di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kenaikan gaji hakim hingga 280 persen disambut positif oleh Komisi Yudisial (KY). Diharapkan, dengan kenaikan ini tak ada lagi pewajaran atas penyimpangan oknum hakim dengan dalih kesejahteraan.
Ketua KY Amzulian Rifai mengungkapkan, kenaikan gaji hakim secara signifikan ini menunjukkan komitmen kepala negara untuk membenahi bidang peradilan dengan juga memperhatikan kesejahteraan hakim.
Karenanya, menurut dia, kenaikan gaji ini harusnya bisa menjadi modal besar dalam upaya menghadirkan hakim yang berintegritas.
“Dengan kenaikan ini maka menjadi bahan juga bagi KY dan Mahkamah Agung untuk tidak memberikan toleransi jika ada penyelewengan oleh hakim. Ini mestinya jadi cambuk bagi para hakim untuk bekerja dengan baik dan berintegritas,” tuturnya saat dihubungi Jawa Pos, Kamis (12/6).
Mahkamah Agung (MA), kata dia, harus lebih tegas menindak para hakim yang terbukti menyalahgunakan jabatannya.
“Ini jadi momen pula untuk MA untuk berani bertindak tegas kepada hakim mana saja yang tidak amanah dengan jabatannya. MA harus menerapkan zero tolerance kepada semua hakim yang korup (judicial corruption),” sambungnya.
Akan tetapi, kenaikan ini bisa jadi bukan sebuah hal yang besar bagi sebagian oknum yang memang berperilaku korup.
Dia mengakui, potensi perilaku korup ini akan selalu ada di profesi manapun dan kapanpun. Karenanya, menjadi penting soal penanaman integritas dan pengawasan yang ketat baik oleh KY maupun MA.
Menurut dia, masalah kesejahteraan hakim sejatinya bukan masalah besar. Sebab, sejauh ini sudah cukup baik.
“Ini ditujukan kepada para hakim paling junior karena take home fee (pay) mereka bisa berkisar Rp 40 juta. Sedangkan hakim-hakim senior memang sudah cukup tinggi,” paparnya.
Namun, dia menilai kenaikan gaji ini paling tidak harusnya bisa menggugah semua pihak atas pentingnya atensi kepada bidang peradilan.
Hal ini sudah ditunjukkan oleh kepala negara melalui keputusan penaikan gaji hakim. presiden dinilainya berada di garda terdepan dan berkomitmen terhadap bidang peradilan. Termasuk, mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga peradilan yang ada.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
