
Suasana penganugerahan gelar tanda kehormatan negara tahun 2024. (dok. Setpres)
JawaPos.com - Mulai tahun ini, pemberian gelar pahlawan nasional dan sejenisnya, yang dinilai berjasa pada negara, akan ditentukan oleh banyak unsur.
Mulai dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sejumlah purnawirawan TNI, jajaran guru besar, dan unsur lainnya. Harapannya, gelar tersebut dibahas lebih ketat sebelum dipuutuskan siapa yang akan menerimanya.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3/TK/2025 yang mengatur tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
Jajaran Dewan GTK periode 2025-2030 terdiri dari Ketua merangkap anggota, Fadli Zon. Kemudian Wakil Ketua merangkap anggota, Prof. Susanto Zuhdi, sejarawan.
Anggota lainnya, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, Prof. Agus Mulyana, Menag Nasaruddin Umar, dan Jenderal Polisi (Purn) Sutarman.
Di dalam Keppres tersebut juga dijelaskan bahwa Dewan GTK bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam menetapkan tokoh-tokoh yang akan menerima gelar kehormatan.
Seperti gelar Pahlawan Nasional serta penerima tanda jasa dan tanda kehormatan lainnya. Kemudian juga disebutkan bahwa Dewan GTK harus menjunjung integritas.
Selain itu, Dewan GTK juga menjaga agar memori kolektif bangsa tetap hidup melalui proses seleksi yang objektif, ketat, serta berlandaskan kajian historis.
Dewan GTK dibentuk langsung oleh Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kemudian, Dewan GTK merupakan institusi penting dalam sistem penghargaan negara.
Dewan GTK harus bisa memastikan bahwa gelar kehormatan negara diberikan kepada seseorang atau individu yang telah memberikan sumbangsih luar biasa untuk bangsa dan negara.
Nantinya, proses seleksi melibatkan kajian multidisipliner. Kemudian juga dilakukan verifikasi jejak rekam, serta penilaian nilai-nilai keteladanan dan kepahlawanan yang relevan dengan tantangan zaman. “Penghargaan negara bukan sekadar bentuk simbolik," kata Fadli Zon, Kamis (5/6).
Lebih dari itu, penghargaan negara menjadi wujud penghormatan tertinggi Republik kepada sosok yang berjasa luar biasa dalam membangun bangsa. Serta mampu menjaga integritas dan menginspirasi generasi saat ini.
Politikus Partai Gerindra itu juga mengatakan, dia berkewajiban memastikan bahwa setiap gelar yang diberikan mencerminkan nilai keteladanan, pengabdian, dan kejuangan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
