Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 16.57 WIB

Kecelakaan Bus dan Truk Makin Meningkat, KNKT: Pengemudi Wajib Siapkan Diri dan Kendaraan Sebelum Mengemudi

Laka tunggal truk tronton di ruas tol Waru arah Perak, tepatnya di KM 5,500/B pada Kamis (22/5) pukul 15.00 WIB. (Istimewa) - Image

Laka tunggal truk tronton di ruas tol Waru arah Perak, tepatnya di KM 5,500/B pada Kamis (22/5) pukul 15.00 WIB. (Istimewa)

JawaPos.com - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus dan truk terus menjadi momok di jalan raya. Dari kasus ke kasus, faktor manusia atau human error masih mendominasi sebagai penyebab utama.

terbaru, truk pengangkut galon air mineral kembali terlibat kecelakaan di GT Ciawi 2 Bogor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun, damaknya tetap terasa.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan pentingnya kesiapan fisik pengemudi dan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Ahmad Wildan, Plt Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT menegaskan, kunci keselamatan di jalan adalah kompetensi, disiplin, dan kejujuran pengemudi

"Jangan pernah mengemudi dalam kondisi lelah, sakit, atau tidak memahami sistem kendaraan yang digunakan," jelas Ahmad Wildan kepada JawaPos.com. Dirinya juga membagikan fakta, berbagai kecelakaan besar menunjukkan pola penyebab yang berulang.

Pada 2016, truk mengalami rem blong di jalur Gekbrong, Cianjur dan menewaskan 18 orang. Truk meluncur dalam kecepatan tinggi karena gigi netral dan tekanan angin pada sistem rem di bawah standar.

Kasus serupa terjadi pada bus wisata di Subang, yang mengalami rem blong akibat kebocoran pada sistem rem. Dalam insiden ini, pengemudi tidak melakukan pemeriksaan awal kendaraan dan baru pertama kali mengoperasikan bus tersebut.

Kelelahan juga menjadi faktor fatal. Pada 2021, sebuah bus AKAP terguling di Tol Pemalang setelah pengemudi truk yang berpindah lajur mengalami microsleep karena mengonsumsi obat flu. 

“Microsleep adalah pembunuh senyap. Ini bisa terjadi ketika pengemudi memaksakan diri dalam kondisi sakit atau mengantuk,” ujar Wildan.

Kecelakaan juga terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap kondisi jalan. Di Belik, Pemalang, bus terjun ke jurang karena pengemudi tidak mengetahui adanya tikungan tajam dan minimnya penerangan di malam hari.

Berdasarkan data dan investigasi, KNKT mengelompokkan penyebab kecelakaan bus dan truk menjadi empat kategori utama. Pertama, rem blong di jalan menurun karena teknik mengemudi yang salah.

Selain itu, kerusakan sistem rem akibat tidak dilakukan pre-trip inspection juga kerap menjadi penyebab kecelakaan.

Paling fatal adalah ketidaktahuan pengemudi terhadap kondisi jalan. Pengemudi mengalami microsleep karena kelelahan atau kondisi kesehatan yang buruk juga kerap menjadi faktor penyebab tragedi.

Untuk mencegah kecelakaan, pengemudi disarankan memastikan fisik dalam keadaan sehat dan cukup tidur. Tidak mengemudi lebih dari 12 jam tanpa istirahat juga penting dilakukan.

Pengemudi dan awak kendaraan wajib melakukan pemeriksaan kendaraan menyeluruh sebelum berangkat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore