Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 18.26 WIB

Pengakuan Presiden Prabowo di Upacara Hari Lahir Pancasila: Terlalu Banyak Korupsi, Manipulasi di Tubuh Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). (Istimewa)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya menegakkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, bukan sekadar menjadikan Pancasila sebagai slogan atau mantra kosong.

"Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar, kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo di hadapan para pejabat negara dan undangan yang hadir.

Menurut Prabowo, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif menuju Indonesia Emas 2045.

Dia menekankan, nilai-nilai Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, dan berbagai agama.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengkritik keras maraknya penyelewengan dan korupsi di tubuh pemerintahan. Dia menyebut masih banyak pejabat publik yang tidak setia pada amanat rakyat dan justru terlibat dalam praktik manipulasi.

"Kita harus sadar masih banyak kekurangan, terutama dalam sikap mental para elite bangsa. Masih terlalu banyak penyelewengan, terlalu banyak korupsi, manipulasi di tubuh pemerintahan," ujarnya.

Kepala Negara menyatakan negara tidak akan ragu bertindak terhadap siapa pun yang tidak setia kepada konstitusi dan melakukan pelanggaran.

Dia menyerukan agar semua pejabat negara segera berbenah dan membersihkan diri, serta mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif melawan praktik penyimpangan. "Kalau tidak mampu, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," tegas Prabowo.

Prabowo juga menyinggung potensi besar bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan jumlah penduduk yang besar.

Dia optimistis Indonesia bisa bangkit menjadi negara kuat, asalkan bersatu dan bersih dari praktik-praktik korupsi.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga warisan para pendiri bangsa dan tetap teguh dalam nilai-nilai Pancasila. "Dirgahayu Pancasila, jayalah Indonesia," tutupnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore