
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2). (Istimewa)
JawaPos.com – Istana merespon kasus dugaan intimidasi yang dialami penulis opini yang mengkritik masuknya TNI ke jabatan sipil di detik.com. Istana menyarankan agar kasus-kasus tersebut dilaporkan kepada kepolisian.
Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Nasbi mengatakan, kasus itu harus dicek siapa yang melakukan intimidasi, apa bentuknya dan bagaimana caranya. Hal itu bisa ditempuh melalui jalur hukum.
“Semua dugaan-dugaan ini harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib supaya terang benderang masalahnya. Kita ingin semuanya ini terang benderang. Tidak hanya sekedar menjadi isu,” ujarnya di Kantor PCO, Jakarta, Senin (26/5).
Yang jelas, lanjut dia, pemerintah tidak pernah melakukan hal demikian. Hasan menegaskan, Presiden Prabowo meletakkan perlindungan HAM dalam Astacita pertama. Begitu juga undang-undang nomor 40 tahun 99 tentang kebebasan pers.
“Pemerintah sampai hari ini konsisten dengan itu,” tegasnya.
Hasan juga menyebut pemerintah tidak pernah punya masalah dengan tulisan opini seperti itu. Bahkan dalam kasus meme mahasiswa ITB yang viral, kasusnya pun diputuskan ditangguhkan.
“Karena pemerintah lebih menginginkan yang seperti itu dibina, bukan dihukum,” jelasnya.
Dalam kasus tulisan opini, Hasan juga menyarankan jika perlu tulisan tersebut dinaikkan lagi. “Kalau perlu tulisannya dinaikin lagi, nggak apa-apa. Saya belum baca tulisannya,” kata dia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
