
Ilustrasi Pernikahan (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial riuh menyaksikan pernikahan remaja di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warganet ramai mengomentari unggahan video yang menunjukkan tradisi nyokolan yang dilakukan oleh pasangan yang menikah meski usia mereka masih di bawah umur. Di balik pernikahan yang viral itu, aparat desa setempat sudah berusaha mencegah. Sebab, pengantin masih berusia belasan tahun.
Kepala Desa Beraim Lalu Januarsa menyampaikan bahwa sebelum pernikahan tersebut viral di media sosial, tiga minggu lalu pihaknya berusaha mencegah terjadinya pernikahan antara pemuda dan pemudi yang masih berumur 16 dan 15 tahun tersebut. Dia mengakui bahwa pengantin pria berasal dari Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah.
”Dia sempat mau menikah dulu, tiga minggu sebelum kejadian ini, dan kami berhasil melakukan pemisahan keduanya,” ungkap Januarsa sebagaimana dikutip dari pemberitaan Lombok Post pada Sabtu (24/5).
Menurut dia, saat itu terjadi kawin culik. Pasangan berinisial RN dan YL itu bertolak ke Pulau Sumbawa. Kawin culik itu ternyata sudah berulang terjadi. Sehingga pihak keluarga akhirnya mengawinkan mereka. Sebelum pernikahan tersebut viral, Januarsa menyatakan bahwa pihaknya sempat kembali mencegah agar pernikahan itu tidak disertai tradisi nyongkolan. Namun, pihak keluarga bersikeras.
”Tapi, orang tuanya juga yang ngotot. Harus pakai Gendang Beleq, kata dari besan mempelai perempuan,” imbuhnya.
Pernikahan RN dan YL viral di jagat maya. Beberapa video beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyoroti tingkah pengantin perempuan dalam video tersebut. Tidak sedikit pula yang menyayangkan terjadinya pernikahan di bawah umur tersebut.
Faktanya, pengantin viral di Lombok itu menjadi polemik baru. Antara adat nyongkolan dan realita hukum. Apalagi UU Perkawinan jelas mengatur batas usia minimal 19 tahun untuk menikah. Isu pernikahan dini di Lombok yang kembali terjadi pun menjadi sorotan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
