Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 01.11 WIB

TNI AD Telusuri Insiden Ledakan Amunisi di Garut, Komnas HAM Berikan Rekomendasi

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa). - Image

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa).

JawaPos.com - TNI AD masih mendalami dan menginvestigasi insiden ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat (Jabar). Mereka memastikan bakal menjadikan rekomendasi dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai bahan pertimbangan dalam evaluasi dan pengambilan keputusan. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa instansinya menghargai dan menghormati setiap masukan dan saran. Apalagi rekomendasi yang disampaikan oleh lembaga negara seperti Komnas HAM. Dia memastikan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap setiap pandangan. 

"Pada prinsipnya senantiasa menghargai setiap saran, temuan, tanggapan, maupun rekomendasi dari seluruh pemangku kepentingan. Seluruh masukan tersebut akan kami jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan nantinya," terang dia kepada awak media di Jakarta pada Sabtu (24/5). 

Sejak awal, Angkatan Darat sangat terbuka terhadap langkah-langkah yang diambil atas insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut pada 12 Mei lalu. Dia menyatakan bahwa pihaknya menghargai setiap masukan yang disampaikan secara konstruktif. Saat ini, TNI AD masih melakukan pendalaman dan investigasi atas ledakan yang menyebabkan 13 korban meninggal dunia. 

Sebelumnya, Komnas HAM telah menuntaskan pemantauan insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut pada Jumat (23/5) mereka membeber sejumlah fakta yang diperoleh dari pemantauan tersebut. Anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing menyampaikan bahwa pemantauan dilaksanakan setelah insiden ledakan yang menyebabkan 13 korban meninggal dunia itu terjadi pada 12 Mei lalu. 

Mereka turun langsung ke lokasi ledakan dan meminta keterangan dari sejumlah pihak. Uli pun membeber kronologi pemusnahan amunisi kadaluarsa milik Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) tersebut. Dia menyatakan bahwa pada April dan Mei 2025, dijadwalkan pemusnahan amunisi dalam 2 tahapan. Pertama berlangsung mulai 17 April-5 Mei 2025. Kedua mulai 29 April-15 Mei 2025.

"Dalam proses pemusnahan amunisi tersebut, biasanya akan melibatkan sekurangnya 1 pleton prajurit TNI AD terdiri atas 30-50 prajurit dan kemudian mendirikan sejumlah tenda untuk menginap prajurit, tenda untuk penyimpanan amunisi yang akan dimusnahkan dan bahan pendukung lainnya termasuk dapur umum," terang Uli. 

Selain prajurit TNI AD, sebanyak 21 warga sipil turut dipekerjakan sebagai tenaga harian lepas selama pemusnahan amunisi berlangsung. Saat insiden ledakan terjadi, total ada 9 warga sipil di lokasi kejadian. Seluruhnya menjadi korban meninggal dunia. 

"Ledakan yang memicu jatuhnya korban jiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, yang diduga disebabkan oleh ledakan sisa detonator yang akan dimusnahkan dengan cara ditimbun setelah selesainya proses pemusnahan amunisi," kata Uli. 

Akibat ledakan tersebut, 9 warga sipil meninggal dunia. Demikian pula 4 orang prajurit TNI AD. Mereka gugur di lokasi pemusnahan amunisi kadaluarsa tersebut. Insiden tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk diantaranya Mabes TNI AD dan Mabes TNI yang hingga kini masih melakukan investigasi. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore