
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun. (Mia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mengajukan klaim manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) melonjak tajam pada awal tahun 2025. BPJS Ketenagakerjaan mencatat, klaim JKP naik 100 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun menyampaikan bahwa lebih dari 35.000 pekerja ter-PHK telah mengajukan klaim JKP sejak Januari hingga 31 Maret 2025. Total manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp161 miliar, meningkat 48 persen secara tahunan (YoY).
“Jumlah tersebut meningkat 100 persen atau dua kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Oni usai diskusi “Quo Vadis Ojek Online” di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, Kamis (8/5).
Namun, Oni menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan total pekerja yang mengalami PHK selama 2025. Sebab, beberapa klaim JKP masih berasal dari kasus PHK tahun sebelumnya, dan tidak semua korban PHK mengajukan klaim.
“Kita kan datanya cuma karena klaim JKP ya, tapi ada juga yang nggak klaim. Udah gede banget kok 35.000. Sritex tuh 10.000 sendiri kan,” jelasnya.
Peningkatan juga terlihat pada klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Tercatat ada 854 ribu klaim JHT pada kuartal pertama, naik 26,2 persen YoY dengan nilai manfaat mencapai Rp 13,1 triliun, atau tumbuh 22,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Meski terjadi lonjakan klaim, Oni memastikan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan tetap aman dan terjaga. Hingga akhir Maret 2025, total dana yang dikelola mencapai Rp801,3 triliun.
Rinciannya antara lain: JHT Rp491,64 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp68,59 triliun, Jaminan Kematian (JKM) Rp 17,26 triliun, Jaminan Pensiun (JP) Rp 194,95 triliun, JKP Rp 15,35 triliun, dan BPJS lainnya Rp 13,53 triliun.
Untuk menjaga optimalisasi pengelolaan, dana peserta ditempatkan pada berbagai instrumen investasi. Di antaranya, surat utang 75,99 persen, deposito 12,76 persen, saham 6,79 persen, reksadana 4,13 persen, dan investasi langsung 0,33 persen.
“Dana peserta dikelola secara profesional agar tetap optimal dan aman, sekaligus menjaga keberlangsungan manfaat jangka panjang,” pungkas Oni.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
