
Peluncuran aplikasi Ustadzku di Jakarta (5/5). Sebuah aplikasi untuk mencari ustadz dan ustadzah yang kompeten dan bersertifikat. (Humas MUI)
JawaPos.com - Urusan mencari ustaz, ustazah, atau penceramah untuk kegiatan keagamaan tidak bisa sembarangan. Jika salah pilih penceramah, risikonya adalah menerima pesan keagamaan yang tidak sesuai kaidah.
Namun, sekarang mencari ustaz, ustazah, atau penceramah yang berkompeten, bersertifikat, dan lulus uji kompetensi semakin mudah lewat layanan berbasis digital.
Layanan digital mencari ustaz dan ustazah itu dijalankan lewat aplikasi Ustadzku yang diluncurkan di Jakarta pada Senin (5/5). Pelopor atau founder-nya adalah KH. Arif Fahrudin, yang juga menjadi pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Arif memaparkan, ada lima motivasi dan semangat yang melatarbelakangi pengembangan aplikasi Ustadzku. Yaitu modernisasi pelayanan penyiaran keagamaan Islam agar selaras dengan kebutuhan zaman.
"Kedua, spiritnya adalah penguatan dakwah dan ibadah. Aplikasi Ustadzku bisa memudahkan umat untuk mendapatkan dai yang otoritatif dan kompeten," katanya saat peluncuran aplikasi Ustadzku di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (5/5).
Motivasi yang ketiga adalah melayani kebutuhan umat melalui platform aplikasi digital. Melalui aplikasi itu, umat bisa memilih dan mendapatkan ustadz yang kompeten sesuai kebutuhannya. Seperti untuk tahlilan, ceramah lahiran dan khitanan, pernikahan, dan lainnya.
Motivasi berikutnya adalah menjadi mitra strategis bagi ustadz, mubaligh, da'i, penceramah, pengajar, dan akademisi muslim dalam menyampaikan pencerahan kepada umat.
"Motivasi kelima, penguatan kualitas dai yang otoritatif, kredibel, kompeten, berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah dan Islam wasathiyah, serta integritas pada Pancasila dan UUD 1945," jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Cholil Nafis menyambut baik kehadiran aplikasi Ustadzku. "Saya ucapkan selamat kepada Ustadzku yang memfasilitasi para ustaz untuk dikenal di ruang publik," ujarnya.
Menurut Cholil yang juga aktif di dunia digital itu, aplikasi Ustadzku bisa menjadi media promosi, rekomendasi, dan transformasi bagi ustaz dan ustazah yang berkualitas dan kompeten, namun selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil di publik karena belum populer di media sosial.
Dia mengusulkan agar ustaz dan ustazah di Aplikasi Ustadzku mengikuti standarisasi da'i MUI. Agar memiliki persepsi yang sama, baik di bidang keagamaan maupun kebangsaan.
Cholil berharap aplikasi Ustadzku bisa dikelola secara konsisten dan profesional sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
