Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 01.57 WIB

Program "1 Keluarga Miskin 1 Sarjana" di Surabaya Beri Kesempatan Kuliah Gratis bagi Anak Berprestasi

Melalui inisiatif - Image

Melalui inisiatif

JawaPos.com - Melalui inisiatif "Omah Ilmu Arek Suroboyo", Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan program "1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana" sejak Agustus 2024. Tujuannya adalah memberikan akses pendidikan tinggi gratis bagi anak-anak kurang mampu namun memiliki prestasi akademik.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Zadvara Dima Al Dzaky (Zaky). Anak dari seorang pelayan toko ini mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.

"Perasaan saya waktu itu, sangat bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Saya yakin pendidikan ini akan sangat berguna untuk masa depan," ungkap Zaky, Jumat (25/4/2025).

Selain perkuliahan, peserta program ini juga mendapatkan pembinaan holistik, termasuk pengembangan diri melalui berbagai ekstrakurikuler seperti kursus Bahasa Inggris, boxing, fotografi, melukis, musik, hingga tinju.

Melalui inisiatif

“Di sini saya tidak hanya kuliah, tapi juga mengikuti kegiatan setelahnya untuk mengasah kemampuan saya di bidang lain,” tambah Zaky.

Setelah lulus, ia berencana berkontribusi di bidang kesehatan dan membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya. “Saya sangat termotivasi dan memiliki harapan besar untuk membantu perekonomian keluarga dan mengangkat derajat orang tua lewat program sekolah bibit unggul,” imbuhnya.

Kisah Retno: Dari Keluarga Sederhana ke Bangku Kuliah
Retno Ayu Maharani (19), alumni SMKN 20 Surabaya, kini menempuh D3 Keperawatan di Universitas Hang Tuah. Berasal dari keluarga dengan penghasilan tidak tetap di Klampis Ngasem, ia mengaku bersyukur bisa kuliah berkat program ini.

“Awalnya sulit sekali membayangkan bisa kuliah. Sebelumnya saya sudah mencoba banyak tes masuk perguruan tinggi tapi tidak berhasil. Mendapatkan kesempatan ini benar-benar membuat saya kaget dan sangat senang," ujarnya.

Melalui inisiatif

Selama 8 bulan tinggal di Omah Ilmu Arek Suroboyo, Retno mengaku belajar mandiri. Rutinitas hariannya dimulai dengan Salat Subuh berjamaah, olahraga pagi, lalu berangkat kuliah dengan bus yang disediakan.

“Kalau malamnya makan di asrama dengan teman-teman yang lain. Karena pagi kuliah jadi dibawakan bekal untuk makan di kampus,” ceritanya.

Fasilitas seperti komputer, printer, dan ruang belajar yang nyaman turut mendukung perkuliahannya. "Kami bisa mengunakannya setiap saat untuk menunjang perkuliahan. Awal masuk kuliah dulu, juga mendapatkan seragam dan semua perlengkapan dari sini (Omah Ilmu Arek Suroboyo)," ungkap Retno.

Ia berpesan agar generasi muda tidak menyerah meraih mimpi. “Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha, karena pemerintah hadir lewat program-programnya. Sekarang saya bisa kuliah dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” kata Retno.

Melalui inisiatif

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore