
Ketua Dewan Pembina Forkom Alawiyyin (Habaib) Indonesia R. Haidar Alwi. (Istimewa)
JawaPos.com - Polemik dugaan ijazah Sarjana milik Joko Widodo (Jokowi) terus menggelinding. Kelompok yang tidak percaya keaslian ijazah Jokowi terus bersuara. Sementara dari pihak Jokowi, berencana membawa perkara tersebut ke kepolisian.
Forum Komunikasi Alawiyyin (Habaib) Indonesia menilai kelompok yang terus mempersoalkan ijazah Jokowi mirip seperti Fir'aun. Pasalnya ada kemiripan karakter. "Fir'aun adalah simbol keangkuhan, kesombongan dan kebebalan. Mirip dengan karakter para penyoal ijazah Jokowi," kata Ketua Dewan Pembina Forkom Alawiyyin (Habaib) Indonesia R. Haidar Alwi pada Rabu (23/4) malam.
Layaknya Fir'aun di zaman Nabi Musa, kata Haidar, para penyoal ijazah Jokowi juga tidak bisa menerima kebenaran. Meskipun kepada mereka telah diperlihatkan tanda-tanda kebenaran tersebut. Mulai dari kesaksian teman sebangku, sekelas dan seangkatan Jokowi semasa SMA atau kuliah hingga keterangan pihak sekolah dan universitas.
"Tapi mereka tetap mendustakan, mengingkari, dan enggan menerima tanda-tanda kebenaran tersebut. Sesuai dengan Qur'an surat Thaha ayat 56," jelas Haidar. Mirip seperti Fir'aun yang menuduh Nabi Musa sebagai penyihir, para penyoal ijazah Jokowi juga menuduh Presiden RI ke-7 itu menggunakan ijazah palsu.
Padahal, lanjut Haidar, ijazah Jokowi telah melewati serangkaian proses verifikasi oleh pihak berwenang. Mulai dari saat dicalonkan sebagai Wali Kota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI dua periode.
"Orang-orang yang hatinya mati tidak bisa menerima kebenaran sampai mereka melihat atau merasakan akibatnya. Baca Qur'an surat Yunus ayat 88," sambung Haidar. Matinya hati para penyoal ijazah Jokowi lantaran dipenuhi kebencian, kesombongan atau keangkuhan. Melalui jejak digital, selama ini mereka memang dikenal sebagai pembenci Jokowi. Mereka kerap membungkus olok-olok dengan jubah kritik atas nama demokrasi.
Menurut Haidar, latar belakang ketokohan dan keahlian menjadikan mereka berlaku angkuh dan sombong. Sehingga berani mengklaim tingkat kepalsuan ijazah Jokowi mencapai 99,9 persen.
Oleh karena itu, Haidar mengatakan mereka mendukung penuh jika Jokowi mengambil langkah hukum. Selain untuk menjaga martabatnya dan nama baik institusi pendidikannya, juga menghentikan pembodohan dan kegaduhan di masyarakat. "Mudah-mudahan dengan proses hukum didapatkan keadilan bagi semua pihak. Kami dukung," pungkasnya. (wan)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
