
Kesehatan Paus Fransiskus yang memburuk sempat menimbulkan kekhawatiran di Vatikan, sebelum akhirnya beliau wafat pada Senin (21/4/2025). (Independent)
JawaPos.com - Kabar duka meninggalnya Paus Fransiskus dikonfirmasi oleh Vatikan pada Senin (21/4). Kabar duka tersebut, menyatakan bahwa Paus Fransiskus tutup usia pada umur 88 tahun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Vatikan akan mempersiapkan pemakaman beserta ibadah-ibadahnya.
Dilansir dari Vatican News, pada 29 April 2024 lalu, Paus Francis menyetujui pembaharuan buku Ordo Exsequiarum Romani Pontificis, yang juga berarti ritual pemakaman akan mengalami perubahan.
Jilid pertama buku tersebut diterima oleh beliau pada tanggal 4 November 2024. Edisi pertama buku ini disetujui oleh Santo Paus Yohanes Paulus II pada 1998 dan baru diterbitkan di tahun 2000.
Apa saja yang diubah ?
Dilansir dari Adoremus, penetapan kematian paus tidak lagi dilakukan di kamar di mana paus meninggal namun di kapel pribadinya.
Sebelumnya, camerlengo, atau Pengurus Rumah Tangga Vatikan, akan memanggil paus dengan nama baptisnya tiga kali, untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanggapan.
Nama baptis akan digunakan karena identitas dan tugas kepausan paus yang telah meninggal berakhir pada saat itu juga. Kemudian jenazahnya akan segera ditempatkan di dalam peti yang terbuka.
Terdapat perubahan pada jenis peti mati yang digunakan pula. Sebelumnya peti mati paus akan terbuat dari cemara, timah dan ek; hal ini digantikan menjadi peti kayu sederhana dengan lapisan seng.
Jenazah juga harus segera dipindahkan ke Basilika Santo Petrus tanpa melewati Istana Apostolik untuk eksposisi lain.
Paus Fransiskus sendiri yang meminta pembaharuan buku tersebut terjadi. Beliau menyatakan bahwa memang diperlukannya penyederhanaan dan penyesuaian ritus-ritus tertentu sehingga ibadah pemakaman uskup-uskup.
Selain itu, Paus Fransiskus menetapkan peraturan baru dimana paus dapat dikuburkan di tempat lain selain tanah Vatikan apabila mereka menginginkannya.
Dengan peraturan tersebut, Paus Fransiskus juga telah memilih untuk dikuburkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bersama lima paus lain yang memilih tempat tersebut.
Terdapat pembaruan juga dalam Litani Orang Kudus. Litani dinyanyikan selama upacara pemakanan, proses perpindahan ke Basilika Santo Petrus dan doa permohonan tradisional Gereja Roma.
Apa saja yang akan terjadi selain itu ?

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
