Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 20.33 WIB

Soal Tuduhan Ijazah Palsu, Teman Kuliah Jokowi di UGM Beberkan Bukti Pernah Wisuda hingga Lamar Kerja Bareng

Seorang pria mirip Joko Widodo (Jokowi) kenakan toga wisuda UGM. (Istimewa). - Image

Seorang pria mirip Joko Widodo (Jokowi) kenakan toga wisuda UGM. (Istimewa).

JawaPos.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sasaran soal isu dugaan ijazah palsu. Frono Jiwo, salah satu teman seangkatan Joko Widodo saat kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), mengaku prihatin dengan informasi yang beredar di medsos tentang ijazah dan skripsi Joko Widodo yang dianggap palsu.

Frono bercerita dirinya merupakan teman satu angkatan dengan Jokowi. Ia mengaku, sama-sama masuk kuliah tahun 1980 dan wisuda bareng di tahun 1985. Bahkan, dalam website UGM, terlihat sosok mirik Jokowi mengenakan toga wisuda.

“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” kata Frono, dikutip dalam siaran pers UGM, Kamis (10/4).

Selama kuliah, kata Frono, Jokowi merupakan orang yang pendiam. Namun saat kumpul dengan temannya, Jokowi memiliki selera humor yang tinggi, karena sering melontarkan candaan yang mengundang tawa teman dekatnya.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” kenangnya.

Frono mengamini bahwa Jokowi ketika mahasiswa memiliki hobi naik Gunung. Bahkan beberapa gunung di Jawa dan Sumatera pernah didaki. Hanya saja, Frono mengaku hanya sesekali saja naik gunung.

“Pak Jokowi sering naik gunung, tapi saya jarang dan seingat saya, saya tidak pernah bareng naik gunung sama Pak Jokowi,” paparnya.

Soal ijazah, Frono mengaku tampilan ijazahnya sama dengan Jokowi. Menggunakan font yang sama, ditandatangani oleh Rektor Prof. T Jacob dan Dekan Prof Soenardi Prawirohatmodjo. Hanya saja yang berbeda nomor kelulusan.

"Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.

Sedangkan soal skripsi, Frono bercerita seluruh mahasiswa satu angkatannya menulis skripsi menggunakan mesin ketik. Sedangkan sampul, lembar pengesahan dan penjilidan hampir semuanya dilakukan di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” paparnya.

Tidak hanya kuliah dan lulus bareng, Frono dan Jokowi juga sempat melamar pekerjaan di perusahaan yang sama di Aceh, PT. Kertas Kraft Aceh (Persero). Namun menurut Frono, Jokowi hanya bekerja selama dua tahun, karena sang istri, Iriana Jokowi, tidak betah tinggal di tengah area hutan pinus yang berada di wilayah sekitaran Aceh Tengah.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja. Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono yang masih bertahan,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore