Ilustrasi Zakat Fitrah. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia tidak hanya menggunakan dana APBN. Dana zakat juga mampu berkontribusi mengentaskan kemiskinan. Sepanjang 2024 lalu, sebanyak 1,3 juta penduduk berhasil keluar dari kemiskinan berkat dana zakat.
Catatan dari Baznas menyebutkan, dalam empat tahun terakhir rata-rata penerima manfaat dana zakat secara nasional mencapai 32,7 juta jiwa tiap tahunnya. Kemudian pada 2024 lalu ada 1,3 juta jiwa di antaranya telah berhasil keluar dari kemiskinan. Hal ini sejalan dengan jumlah ZIS yang disalurkan Baznas terus mengalami peningkatan.
Saat menghadiri kegiatan Zakat Istana di Istana Negara, Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menyampaikan, penyaluran dana ZIS menyasar kepada 8 asnaf (orang yang berhak menerima zakat) dengan fokus lima bidang. Yaitu bidang ekonomi, sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan dakwah.
"Total dana zakat yang telah disalurkan selama 4 tahun juga mengalami peningkatan. Pada 2021, jumlah penyaluran zakat sebesar Rp 14,04 triliun, 2022 sebesar Rp 21,6 triliun, 2023 sebesar Rp 31,2 triliun, dan 2024 sebesar Rp 39,5 triliun," ujar Noor dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (28/3) malam. Sementara penyaluran Baznas pusat tahun 2021 sebesar Rp 501 miliar. Lalu di tahun 2022 sebesar Rp 756 miliar. Berikutnya di 2023 sebesar Rp 675 miliar dan di 2024 sebesar Rp 1,07 triliun.
Noor mengatakan selama Ramadan mereka juga menghadirkan sejumlah program. Seperti Paket Ramadhan Bahagia, Servis 5.000 Motor Gratis, dan bantuan bensin di berbagai titik di seluruh Indonesia. Lalu membangun 100 Rumah Layak Huni, serta Peresmian Gedung Layanan Kesehatan Gratis Dhuafa di Rumah Sehat Baznas Jatinegara.
Berdasarkan data mereka, selama empat tahun terakhir, jumlah muzaki yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas serta lembaga zakat resmi di Indonesia selalu menunjukkan peningkatan yang konsisten. Pada tahun 2021, jumlah muzaki tercatat mencapai 10,7 juta orang. Kemudian pada 2022 meningkat menjadi 21,4 juta orang. Lalu pada 2023 mencapai 27,6 juta orang. Berikutnya pada 2024 jumlah muzaki kembali meningkat menjadi 28,1 juta orang.
Menurut Noor, peningkatan tersebut juga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dan prinsip pengelolaan yang Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI serta hasil Audit KAP dan Audit Syariah.
Peningkatan tersebut juga dipengaruhi pelaksanaan Zakat Istana, literasi yang terus menerus dilakukan, penguatan kelembagaan, dan penguatan manajemen. Selain itu juga penguatan SDM, penguatan infrastruktur, digitalisasi, branding, serta penguatan jaringan yang inklusif. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Terutama adalah penguatan dan perluasan program penyaluran. (wan)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
