
Ilustrasi pengemudi ojek online. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Para pengemudi ojek online (ojol) keluhkan besaran Bantuan Hari Raya (BHR) alias THR yang dibagikan oleh aplikasi penyedia jasa transportasi. Pasalnya, mayoritas mitra ojol hanya mendapatkan BHR sebesar Rp 50 ribu.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (Garda Indonesia) Raden Igun Wicaksono mengungkapkan rasa kekecewaannya. Pasalnya, pendapatan para driver ojek online selama ini dipotong biaya aplikasi hampir mencapai 50% setiap ordernya.
Jika dihitung, para mitra dapat memberikan pendapatan untuk aplikator mencapai Rp 60 juta pertahun.
"Rata-rata ojol sudah memberikan kontribusi pendapatan sangat besar kepada aplikator, ada yang setahun bisa mencapai Rp. 60 juta bahkan lebih, dengan asumsi setiap ojol memberikan masukan per bulan Rp 5 juta kepada perusahaan aplikator dikalikan 12 bulan, lalu aplikator hanya berikan BHR hanya Rp. 50 ribu saja," terangnya.
Ia mengungkapkan, para ojol hanya menerima BHR sebesar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Jumlah tersebut jauh dari ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) yang menetapkan BHR sebesar 20 persen dari pendapatan tahunan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan BHR Online 2025 sangat menyimpang.
"Kami protes keras dan mengecam aplikator yang kami anggap telah melakukan akal-akalan menipu Presiden RI, membangkang Menaker RI dan membohongi Ojol seluruh Indonesia hanya demi menjaga citra baik dimata Presiden RI. Aplikator melaporkan bahwa BHR diberikan senilai hampir Rp.1 juta, pembohongan besar," katanya.
Igun mengungkapkan, banyak pengemudi ojol yang telah bekerja lebih dari lima tahun di satu platform hanya menerima Rp50 ribu. Sementara itu, hanya segelintir pengemudi yang disebut sebagai ‘ojol binaan’ yang mendapatkan BHR hingga Rp900 ribu.
Bahkan, menurut Igun, ojol yang diundang ke Istana dan bertemu Presiden Prabowo merupakan bagian dari kelompok ‘binaan’, sehingga mereka mendapat nominal lebih besar, sementara mayoritas ojol lainnya hanya mendapat Rp50 ribu.
"Bagi kami, BHR Rp.50 ribu ini sudah merupakan bentuk bukti nyata dari suatu praktik perbudakan tersistematis terhadap Rakyat Indonesia yang bekerja sebagai ojol dan kami Asosiasi mengecam praktik perbudakan ini," ucapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
