
Aparat membentuk barikade di depan pintu masuk Grahadi saat berlangsung demo tolak UU TNI, Senin (24/3). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Unjuk rasa Tolak Undang-Undang (UU) TNI oleh ribuan massa di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Senin (24/3) sempat ricuh dan diwarnai pelemparan bom molotov.
Dari pantauan JawaPos.com, massa aksi mulai memadati Jalan Gubernur Suryo sejak pukul 14.00 WIB. Mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.
Kericuhan terjadi setelah kurang lebih dua jam massa aksi berorasi. Kemudian pada pukul 16.20 WIB, massa aksi mulai melemparkan botol minuman, batu, petasan, hingga bom molotov ke dalam Gedung Grahadi.
Tidak hanya itu, massa juga melempar barang-barang disekitar mereka, seperti batu bata dan pot bunga. Cekcok di antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga pun tidak terhindarkan.
Aparat kemudian menembakkan meriam air atau water cannon untuk meredam kericuhan yang terjadi. Tampak massa yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil berlarian mundur untuk berlindung dari tembakan air.
Namun di sisi lain, massa aksi semakin kompak dan tidak bergeming. Mereka bahkan mencoba menjebol kawat berduri dan mendekati gedung Grahadi. Hingga saat ini, aksi lempar barang masih dilakukan massa.
Sebelumnya, ada 8 tuntutan yang dibawa, yakni Tolak Revisi Undang-Undang (UU) TNI, Tolak Perluasan Fungsi TNI dalam Ranah Sipil, Tolak Penambahan Kewenangan TNI dalam Ranah Operasi Militer Selain Perang, Terutama Di Ranah Siber.
Kemudian Bubarkan Komando Teritorial, Tarik Seluruh Militer Dari Tanah Papua, Kembalikan TNI ke Barak, Revisi Undang-undang Peradilan Militer Untuk Menghapus Impunitas Di Tubuh TNI, dan Copot TNI Aktif di Jabatan Sipil. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
